Sponsor Rokok Dibatasi, Java Jazz Terancam Gulung Tikar

- detikHot
Jumat, 26 Apr 2013 14:38 WIB
Jakarta - Wacana pembatasan sponsor rokok yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan memicu kontroversi di kalangan pelaku industri kreatif. Khususnya, di kalangan penyelenggara festival musik.

Dewi Gontha yang menggawangi festival jazz internasional tahunan lewat Java Festival Production mengatakan bahwa untuk 2014 nanti pihaknya belum mendapatkan persetujuan sponsorship dari perusahaan rokok. Hal itu akibat dari PP yang akan berlaku efektif pada 2014 tersebut.

"Tahun ini penyelenggaraan Java Jazz memang mendapatkan dukungan yang sangat besar dari industri rokok," ujar Dewi dalam keterangan pers yang diterima detikHOT, Jumat (26/4/2013).

Menurut Dewi, sekitar 40 persen kebutuhan dana penyelenggaraan acara Java Jazz Festival didukung dari industri rokok, dan selebihnya ditutup oleh sponsor lain. Dana dari pihak sponsor tersebut juga ia gunakan untuk mensubsidi pengunjung sehingga harga tiket terjangkau, dan pengunjung mendapatkan hiburan yang berkualitas internasional.

Lebih lanjut Dewi menuturkan, selama ini rokok selalu menjadi sponsor utama gelaran yang dia helat. Industri telekomunikasi dan perbankan memang ikut menjadi sponsor, namun porsinya tak lebih besar dari rokok. Jika sponsor rokok dibatasi, maka tidak serta merta sponsor perbankan dan telekomunikasi bisa menutup kebutuhan pagelaran.

Dewi menyebut, konser-konser internasional selama ini secara langsung atau tidak telah menjadi alternatif promosi Indonesia ke dunia internasional. Oleh karena itu ia berharap pemerintah mendukung acara-acara semacam ini, bukan malah mengeluarkan aturan-aturan yang membatasinya.

"Pemerintah mendukung kami, tapi tidak sebanding," kata Dewi.


(ich/mmu)