Cap band galau tersebut sudah didapatkan The Rain sejak pertama merilis album. Padahal menurut mereka, lagu-lagu The Rain juga banyak yang bernuansa kencang. Tapi tetap saja dibilang galau.
"Mungkin kebetulan lagu-lagu galau The Rain itu lebih sering jadi single," ujar sang vokalis Indra Prasta ketika bertandang ke kantor Detikcom baru-baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indra pun bercerita, seorang mahasiswa psikologi pernah melakukan survei tentang musik dan emosi. Hasilnya ternyata lagu-lagu The Rain lebih banyak didengar orang ketika mereka sedang galau.
"Kita terserah ajalah. Kita selalu beralasan kalau punya banyak lagu-lagu upbeat, tapi mereka ngeyel. Ya udahlah. Tapi biasanya mereka baru benar-benar tahu kalau udah nonton live-nya. Meski, ya tetap aja dibilang galau," jelasnya.
Melihat penonton tersentuh hingga menangis ketika di atas panggung sudah jadi hal biasa bagi The Rain. Hal tersebut dirasa mereka menyenangkan karena The Rain bisa jadi bagian dari hidup para penggemarnya.

The Rain pun tak punya formula tertentu ketika menciptakan sebuah lagu. Apakah akan dibuat mellow, ceria atau yang lain. Mereka membiarkan semua terjadi begitu saja.
"Cuma kalau bikin liriknya dini hari pasti jadi galau. Kalau bikinnya pagi lagunya kencang. Mungkin lain kali kalau mau bikin dini hari ditahan dulu ya, tunggu sampai pagi biar nggak galau hasilnya," canda Indra.
Kangen dengan karya-karya lawas The Rain? Rencananya, Februari mendatang sembari merilis album kelima 'Jingga Senja dan Deru Hujan' The Rain akan membuat box set yang meragkum perjalanan mereka. Dari mulai CD, foto-foto dan banyak kejutan lainnya.
(yla/mmu)











































