The Virgin Tampil Beda di Film Tanah Sengketa

The Virgin Tampil Beda di Film Tanah Sengketa

prih febriani - detikHot
Kamis, 18 Jun 2026 21:16 WIB
The Virgin
The Virgin. Foto: dok pribadi
Jakarta -

The Virgin kembali mengambil gebrakan dalam kariernya. Kali ini, duo Dara dan Mita tampil dalam film Tanah Sengketa. Ini memang bukan kali pertama keduanya beradu akting. Empat tahun lalu, keduanya pernah main dalam salah satu film layar lebar.

Dalam proyek terbarunya ini, keduanya disebut tampil dengan berbeda. Khususnya Mita yang berperan sebagai karakter perempuan mengenakan hijab bernama Lina.

"Sebenarnya dari kemarin banyak tawaran film, cuma aku jatuh hati sama cerita film 'Tanah Sengketa' karena related dengan kehidupan masyarakat sekarang. Sebelumnya banyak tawaran film untuk aku berhijab tapi aku tolak, jadi ini debut aku tampil tertutup di film. Cuma aku takut pro kontra saja ya, kan selama ini Mita tidak berhijab. Tapi karena ini hanya film, aku harus profesional, jadi lanjut saja," ucap Mita saat jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Untuk Dara di film ini berperan menjadi mahasiswi idealis yang peduli pendidikan bernama Yuni. Memerankan karakter yang beda dari keseharian, ditambah lagi sudah cukup lama tidak akting membuatnya grogi saat proses menjelang syuting.

"Pasti grogi banget. Karena nyanyi saja mau naik panggung pasti grogi, apalagi ini," tutur Dara.

Ada tantangan yang dihadapi The Virgin di setiap syuting yang dilakukan di kawasan Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Lokasi yang sulit mendapatkan signal, membuat keduanya bisa fokus berinteraksi dengan para cast lain agar aktingnya terlihat natural.

"Paling bikin seru itu karena di sana sama sekali tidak ada sinyal. Jadi selama proses syuting, kami benar-benar mengobrol dan berinteraksi satu sama lain, tidak sibuk dengan ponsel masing-masing karena memang tidak ada sinyal," papar Mita.

"Hal itu justru membuat kami dan seluruh tim menjadi semakin dekat. Ini pengalaman baru juga yang membuat rasa kekeluargaan kami terasa lebih erat. Itu keunikan tersendiri bagi kami," tambahnya.

Film ini disebut spesial karena selain menawarkan kisah bergenre drama thriller, layar lebar arahan Muda Saleh ini dinilai memiliki edukasi yang sangat penting tentang pertanahan. Isu tersebut cukup populer saat ini, lantaran banyak kasus-kasus yang terjadi terkait klaim kepemilikan tanah sehingga harus berurusan dengan penegak hukum.

"Lewat film ini, yang didukung pula oleh lagu tema dari The Virgin, kami ingin menyampaikan pesan bahwa sengketa tanah bukan sekadar urusan hukum, melainkan juga menyangkut hubungan cinta kasih dan kemanusiaan," kata Muda Saleh.

"Melalui film Tanah Sengketa ini, kami ingin mendudukkan perkara di tengah-tengah agar masyarakat mendapatkan edukasi dan literasi mengenai proses pertanahan dari hulu ke hilir," tutupnya.

Selain The Virgin, ada juga beberapa pemain lainnya. Di antaranya, Awan Reyhan, Marlene Sheryl, Abe Idrus, Dwi Wokee, Boy Crosby, Mira Parsono, Esti Haryani, Dewi Sartika, Dede Satria, dan Harsya Subandrio.

Film ini bercerita tentang Yuni (Dara The Virgin), seorang mahasiswi idealis yang tiba di Kampung Degong dengan niat mulia, mendirikan Taman Belajar Gratis bagi anak-anak desa. Namun, semangatnya disambut dingin oleh warga yang penuh kecurigaan.

Peringatan keras dari Pak Kades (Boy Crosby) dan Bu Inem (Dewi Sartika) tentang sebuah tanah lapang yang dianggap 'angker' tak menyurutkan langkah Yuni. Bersama Raka (Awan Reyhan), pemuda lokal yang menaruh simpati padanya, Yuni mulai dihantui teror mistis.

Tulisan peringatan gaib hingga penampakan sosok wanita bernama Sulastri (Marlene Sheryl) menuntun mereka pada sebuah rahasia kelam yang terkubur belasan tahun. Sebuah sertifikat lama dan liontin antik mengungkap kenyataan pahit, tanah tersebut bukan sekadar angker, melainkan saksi bisu sebuah aksi kriminal yang melibatkan penguasa desa. Kini, Yuni dan Raka harus berpacu dengan waktu untuk mengungkap kebenaran di balik hilangnya Sulastri sebelum nyawa mereka menjadi taruhan.

Jika gak ada halangan, film ini akan ditayangkan di semua bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.




(wes/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads