Tommy ingat betul momen di mana semua mimpinya berawal. Ketika itu Tommy kecil yang masih duduk di kelas 5 sekolah dasar, dihukum gurunya lantaran sibuk menggambar band idola di secarik kertas.
"Waktu itu pelajaran Matematika, saya malah gambar pemain band KISS, Queen, Deep Purple lagi manggung. Ada lighting segala macam, akhirnya saya dihukum," kenangnya saat berbincang dengan detikhot di kantor Original Prodution di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak tahu kenapa saya ingat waktu itu saya ngomong, 'Biarin aja suatu saat saya mau datengin mereka'," tuturnya seraya tersenyum.
Saat kuliah, Tommy mulai menyalurkan hobi dan kreatifitasnya lewat acara musik dan seni di kampus. Ia melibatkan diri sebagai panitia acara yang bertugas mempersiapkan segala hal.
Pada 1 Mei 1991, Tommy dan teman-temannya membuat acara musik di Pasar Seni dengan bintang utama band rock Indonesia, Jet Liar. Tanggal tersebut pun ia tetapkan sebagai hari berdirinya Original Production.
Tiga tahun berselang, Tommy berhasil memboyong Air Supply konser di Jakarta dan Surabaya. Disusul Bon Jovi (1995), Santana (1996), Scorpions dan Megadeth (2001), Deep Purple (2002), Limp Bizkit (2003), Extreme (2008), Michael Bolton dan Firehouse (2010), hingga puncaknya Iron Maiden pada 2011.
"Pas konser Depp Purple, teman SD saya (Aria Baron Suprayogi, gitaris papan atas Indonesia) bilang 'Your dreams come true, man'," kenangnya.
Hingga saat ini, Air Supply sudah didatangkan Tommy sebanyak 15 kali ke Asia. Ia pun mulai melakukan ekspansi bisnisnya dengan membuka kantor cabang di Singapura sebagai middle agent untuk negara-negara tetangga.
Pada Oktober mendatang, Tommy akan mendatangkan Level 42 ke Jakarta dan Surabaya. "Total kita menangani 6 show Level 42. Singapura, Malaysia, Filipina, dan Korea juga ada permintaan," tandasnya.
(ich/mmu)











































