Dua band pembuka The Fire Fight dan Cyril Niccolai tampil untuk sedikit memanaskan suasana Fort Canning Park. Meski belum begitu populer, dua band itu mendapat sambutan positif dari tujuh ribu penonton yang hadir malam itu.
Hingga akhirnya, Keane naik ke atas panggung tepat pukul 21.30 waktu setempat. Tom Chaplin, Tim Rice-Oxley dan Richard Hughes langgung menggeber lagu 'The Lover are Losing'. Di lagu tersebut, sang vokalis Tom menunjukan kemampuannya memainkan gitar. Di konser-konser sebelumnya, Tom biasanya hanya bermain kibord atau piano.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah bertahun-tahun akhirnya kita bisa bermain di sini. Ini mimpi saya sebagai anggota band Keane," ujar Tom. Konser tersebut merupakan debut Keane di Singapura sejak merilis album yang pertama pada 2004 silam.
'Bend and Break', 'Again and Again', 'Spiralling', 'Your Eyes Open', 'You Don't See Me', 'Perfect Simmetry' berturut-turut mereka bawakan. Lagu 'Crystal Ball' pun menutup perjumpaan.
"Keane, Keane, Keane'," teriak para penonton yang tahu kalau Keane masih menyimpan dua hitsnya. Ternyata benar, Band asal Battle, Inggris itu kembali naik ke atas panggung dan langsung menyanyikan 'Atlantic' dan 'Is It Anywonder'.
Keane pun menutup konser tersebut dengan lagu slow 'Bed Shaped'. Namun ketika para penonton mulai bergegas menuju pintu keluar, secara tiba-tiba Keane kembali ke atas panggung.
"Kami masih punya satu lagu lagi untuk Anda," ujar Tom. Tanpa di sangka, Keane membawakan lagu milik band legendaris Queen, 'Under Preassure' sebagai pemungkas. Jadi ada dua encore di konser malam tersebut. Keane memang band penuh kejutan. (hkm/fjr)











































