Band yang dgawangi Armand, Budjana, Thomas dan Hendy itu merilis buku bertajuk 'GIGI'. Tadinya mereka ingin menamainya dengan 'GIGI Telanjang' namun batal.
"Kita tadinya mau buka-bukaan. Potret depannya kita nggak pakai busana, cuma body painting. Superhore banget," ujar Armand ditemui di Djakarta Theather, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2009) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saking buka-bukaannya, di buku ini GIGI tidak lagi menutupi kisah mereka sedikit pun. Dari susah hingga senang semua dibeberkan band yang baru saja hengkang dari label Sony BMG tersebut.
"Ada cerita kita pernah ngegadaiin surat rumah Budjana untuk bikin album. Parahnya album itu sama sekali nggak laku. Ada juga surat pengunduran diri gue," jelas Thomas sang bassis.
Namun untuk mendapatkan buku tersebut Anda harus membayar dengan harga Rp 240 ribu. Nggak kemahalan tuh buat GIGI Kita (sebutan bagi pecinta GIGI .red)?
"Ini kalau dilihat worted banget. Buku ini bukan buku biasa, isinya juga full colour. Gratis juga CD konser '11 Januari' dan ada 400 buku itu asli tanda tangan kita. Lumayan pegel juga sih," promo Armand.
(yla/yla)











































