Kyoto Jazz Massive Tengah Malam di JakJazz 2008

Day 1

Kyoto Jazz Massive Tengah Malam di JakJazz 2008

- detikHot
Sabtu, 29 Nov 2008 02:40 WIB
Kyoto Jazz Massive Tengah Malam di JakJazz 2008
Jakarta - Pagelaran JakJazz 2008 memasuki hari pertama. Kyoto Jazz Massive jadi penutup pertunjukan festival musik jazz tahunan itu hampir tepat di tengah malam.

Kyoto Jazz Massive yang malam itu jadi tamu istimewa membuka perjumpaan dengan lagu 'The Brightness of These Days'. Sekitar 9 lagu dibawakan band yang sebenarnya baru merilis satu album studio tersebut.

Album boleh baru satu namun kiprah Kyoto Jazz Massive tak perlu diragukan lagi. Di tahun 2001 semakin populer di Inggris setelah lagunya dibawakan DJ Giles Peterson.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kyoto Jazz Massive sangat lincah mengalunkan lagu-lagu mereka. Sesekali mereka juga menyapa penonton dengan bahasa Indonesia yang terbata.

"Selamat malam," ujar sang vokalis ramah.

Pertunjukan pun ditutup dengan lagu 'Bougie Bougie' sekitar pukul 00.45 WIB. Penonton yang tak bisa melihat penampilan Kyoto Jazz Massive tak kecewa. Di pangggung Dji Sam Soe Skyline Terrace, Tompi unjuk kebolehan. Belum lagi Dimi Fullhouse pun pentas di panggung amphitheater.

Penampilan Tompi dan Dimi membagi dua jumlah penonton. Namun kemudian konsentrasi teralih pada Tompi setelah pertunjukan Dimi berakhir. Sebelumnya sekitaran 2 ribu lebih penonton tak melewatkan penampilan Maliq & d'Essentials.

Begitu juga saat Just the 3 of Us (Vonny Sumlang, Rien Jamain dan Mawar) tampil. Kiboud Maulana dan Oele Pattiselanno Trio juga ambil bagian.

Dibandingkan tahun lalu, pagelaran JakJazz kali ini lebih berwarna. Lebih banyak stand dengan penawaran menarik. Arena untuk berfoto ria pun tersedia di segala sudut. Belum lagi jumlah panggung yang ada 7 buah sempat membuat penonton kelimpungan menentukan pilihan.

Pentas Dji Sam Soe Premium JakJazz 2008 bertema 'A Whole Lotta Jazz' yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2008) dimulai sejak pukul 16.00 WIB. Hujan yang sempat mengguyur Jakarta di sore hari itu ternyata tak menyurutkan niat penonton untuk "berburu" musik dan musisi jazz kesukaan mereka.

Tenda-tenda penjualan merchandise pun tak henti-henti dikerumuni calon pembeli. Kali ini JakJazz memang menyuguhkan kemasan jazz yang menyeluruh.
(yla/yla)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads