Abdul & the Coffee Theory (AATCT) kini dibawa Abdul untuk tiap penampilan panggungnya. Menurut pria kelahiran Medan, 18 April 1982 itu ia lebih nyaman dengan identitas barunya.
"Ini proyek gue. Gue melibatkan teman-teman yang dari album pertama bantuin bikin album. Kalau sendiri kadang beban juga, kalau ini kan lebih rame, lebih seru," ujar Abdul ditemui detikhot baru-baru ini di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Tak hanya berganti nama, kini Abdul pun beralih label. Sebelumnya dia pernah merilis album bertajuk 'Bersandinglah' di bawah bendera label Trinity Optima. Kini Abdul dinaungi sebuah indie label, demajors merilis album bertajuk 'Lovable'.
Pria yang juga seorang pegawai Departemen Kesehatan itu ingin terus menggandeng The Coffee Theory. Namun ia memberikan kebebasan pada band yang digawangi Andrey (drum), Ono (kibord) dan Riza (bass) jika ingin membuat album sendiri.
"Kayakny sih Abdul nggak akan pisah dengan band ini. Tapi kalau the Coffee Theory bikin album sendiri nggak masalah. Abdul tetap dengan the Coffee Theory," jelasnya mantap. (yla/eny)











































