"Ceritanya bagus, aku baca skenarionya aja sedih. Banyak kemiripannya dengan aku. Ada cerita dikhianati sama teman sendiri," urai Maia soal film terbarunya saat ditemui di sebuah restoran di Jl. Wijaya 1, Jakarta Selatan, Rabu (11/6/2008).
Apakah cerita 'Kata Maaf Terakhir' dibuat berdasarkan kisah hidup Maia? Kata Maia tidak. Jika ada kemiripan, menurutnya hanya kebetulan saja.
Layar lebar produksi SinemArt itu disutradari Maruli Ara. Maia akan mulai syuting di beberapa tempat di Jawa Barat mulai 12 Juni sampai 3 Juli 2008.
Belum lagi syuting dimulai, Maia sudah terbayang adegan sulit yang harus dilaluinya. Seleb kelahiran 27 Januari 1977 itu mengaku kesulitan jika nanti diminta menangis.
"Bagi aku nangis adalah sesuatu yang mahal, apalagi sampai harus menangis di depan banyak orang, aku nggak bisa," ujarnya.
Untuk mengakali supaya air matanya mau keluar, Maia mencoba mendengarkan lagu-lagu mellow melalui ipod. Ia juga mengenang masa lalunya.
Bekerjasama dengan sutradara Maruli Ara, ternyata bagian masa lalu Maia. Dulu ia pertama kali main sinetron dengan pria yang juga menyutradari serial 'Dunia Tanpa Koma' itu. Sinetron yang dibintanginya dengan sutradara Maruli berjudul Putera Samudera tayang di TVRI.
"Waktu itu Mas Dhani masih pdkt sama aku, sekarang ini kan mau pisah, jadi adalah memori-memorinya sedikit," tandasnya. (eny/eny)











































