Ada Gangguan Teknis, Film Pesantren Kembali Ditunda Rilis

ADVERTISEMENT

Ada Gangguan Teknis, Film Pesantren Kembali Ditunda Rilis

Mauludi Rismoyo - detikHot
Rabu, 03 Agu 2022 19:48 WIB
film pesantren
Ada Gangguan Teknis, Film Pesantren Kembali Ditunda Rilis. (Foto: dokumen pribadi)
Jakarta -

Setelah mengumumkan akan tayang mulai 4 Agustus 2022, film bernuansa religi Pesantren terpaksa tunda perilisannya. Menurut kabar yang beredar, film yang telah buat haru Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar itu kembali memundurkan tanggal lantaran kendala teknis.

Hal itu disampaikan langsung oleh Lola Amaria selaku distributor film Pesantren, Lola Amaria Production. Ia turut sedih akan adanya kabar tersebut.

"Kami sedih dan rasanya berat sekali mengumumkan penundaan ini, apalagi film ini cukup ditunggu," ujar Lola Amaria.

"Bukan saja oleh kalangan santri, tapi juga penonton film Indonesia yang mayoritas Islam penasaran seperti apa kehidupan pesantren yang jarang bisa diakses oleh publik," sambungnya.

Film Pesantren sebelumnya terbukti mendapat review positif dari beberapa pemutaran termasuk yang digelar di International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) pada 2019.

Film Pesantren juga telah terpilih dari sebanyak 3.000 film yang ada dalam program Luminous IDFA sebagai film yang mampu menenggelamkan penonton masuk ke dunia yang disajikan.

"Kita bisa belajar banyak dari guru-guru maupun pelajar dalam film ini, apapun kepercayaan atau identitas kita. Buat saya sendiri, film ini membuat saya merasa lebih punya harapan tentang dunia," tutur juru program Luminous, Sarah Dawson.

Tak hanya itu, film Pesantren juga telah menjadi film pembuka dalam gelaran Madani International Film Festival 2021 beberapa waktu lalu.

Ekky Imanjaya selaku board gelaran festival film tersebut bahkan menyebutkan bahwa film itu menjadi salah satu film terbaik di tahun 2021.

"Kami berharap bisa segera mengumumkan jadwal rilis yang baru dan semoga kali ini berjalan lancar," kata Ekky.

Di sisi lain, Ibu Nyai Masriyah Amva yang merupakan tokoh pemimpin pesantren Pondok Kebon Jambu pun memahami situasi yang ada sekaligus berpesan untuk senantiasa sabar.

"Sabar itu kemenangan yang sesungguhnya," pungkasnya.

Nantinya, film Pesantren sendiri membuka pandangan tentang bagaimana kehidupan dua santri dan guru muda di Pondok Pesantren terbesar dengan 2000 santri bernama Kebon Jambu Al-Islamy, Cirebon.

Meski terbilang cukup tradisional, pesantren itu menyimpan sisi menarik lantaran bukan seorang pria yang memimpin tempat tersebut, tetapi seorang wanita.

Film Pesantren akan mencoba menampilkan penggambaran lain dari pesantren yang kerap mendapat stigma negatif oleh masyarakat, terlebih lagi jika wanita yang termasuk di dalamnya.

(mau/tia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT