ADVERTISEMENT

Tujuan Lola Amaria Bantu Distribusi Film Pesantren

Mauludi Rismoyo - detikHot
Selasa, 02 Agu 2022 13:51 WIB
lola amaria
Tujuan Lola Amaria Bantu Distribusi Film Pesantren. (Foto: dokumen pribadi)
Jakarta -

Film Pesantren akan segera tayang di bioskop Indonesia pada 4 Agustus 2022 dalam jumlah layar yang terbatas. Sebelumnya film itu dijadwalkan tayang Mei lalu.

Pesantren mengambil tema religi dengan menekankan kehidupan para santri di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy, Cirebon, yang dipimpin oleh seorang wanita. Film Pesantren akan mengangkat sisi lain dari institusi pendidikan yang kerap mendapat stigma negatif oleh masyarakat, sekaligus memberi gambaran khusus mengenai wanita di dalamnya.

"Kalau ditanyakan apa ini mewakili citra pesantren di Indonesia, tidak hanya cerita satu pesantren yang bisa mewakili gambaran pesantren di Indonesia, tapi gambaran umum tentang perempuan dalam Islam," ujar Shalahudin Siregar selaku sutradara.

Selaras dengan itu, Lola Amaria menegaskan bahwa isu dalam film Pesantren amat penting untuk diketahui banyak orang Indonesia, terlebih lagi menyangkut soal wanita.

Melihat bahwa Indonesia sendiri merupakan negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia. Hal tersebut menjadikan isu ini sudah seharusnya menjadi pengetahuan dasar.

"Kita hanya menuduhnya (pesantren) sebagai sarang teroris atau institusi yang tidak aman bagi perempuan," tutur Lola yang juga pemilik distributor film tersebut, Lola Amaria Production.

"Karena terkesan tertutup, banyak stigma negatif yang dilekatkan padanya, padahal sebenarnya apa yang kita tahu tentang institusi pendidikan tertua di Indonesia ini?" lanjutnya.

Jadi orang yang membantu meluncurkan film Pesantren, Lola mengaku tak begitu mencari keuntungan.

Baginya, film itu sendiri telah mengajarkan ilmu barokah. Bukan tentang seberapa banyak yang didapat, namun seberapa berdampaknya film sudah sangat cukup bagi sang sutradara tersebut.

"Saya belajar ilmu barokah dari film ini. Karena itu saya tidak berharap tentang pendapatan dari penjualan tiket, tapi barokahnya. Meski sedikit yang nonton tapi kalau berdampak besar, itu barokah," kata Lola.

Nantinya, film Pesantren akan membuka pandangan tentang bagaimana kehidupan dua santri dan guru muda di Pondok Pesantren terbesar dengan 2.000 santri bernama Kebon Jambu Al-Islamy, Cirebon.

Meski terbilang cukup tradisional, pesantren itu menyimpan sisi menarik lantaran bukan seorang pria yang memimpin tempat tersebut tetapi seorang wanita.

(mau/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT