Film Pesantren Gelar Roadshow Se-Jawa, Gambaran Cerita Kehidupan Santri

Mauludi Rismoyo - detikHot
Sabtu, 02 Apr 2022 08:25 WIB
Film Pesantren direncanakan tayang Mei 2022.
Foto: dok. LAP
Jakarta -

Pada bulan Ramadan tahun ini, Yayasan Bumi Kaya Lestari telah memproduksi sebuah film berjudul Pesantren. Film itu disutradarai dan diproduseri oleh Shalahuddin Siregar.

Pesantren nantinya menceritakan kehidupan para santri. Selain itu, film itu juga akan menyuguhkan berbagai hal yang sering dipertentangkan dalam masyarakat, mulai dari HAM, kepemimpinan perempuan, musik, hingga perlunya humor dalam menyebarkan agama Islam.

Film Pesantren disebut akan menjadi pendobrak stigma yang ada dan mengubah pandangan masyarakat terhadap institusi pendidikan yang sejak dulu sudah ada yakni pesantren.

"Harus disaksikan cerita dalam film ini agar kita lebih dalam lagi mengenal kehidupan di pesantren dalam kegiatan sehari-harinya. Ramadan ini kita putar di 10 Pesantren yang sudah kita tentukan bersama," ujar pria yang akrab disapa Udin.

Seperti disebutkan sebelumnya, film itu akan dipertontonkan lebih dulu ke 10 pondok pesantren di Pulau Jawa sebelum nantinya rilis di bioskop Tanah Air. Kegiatan yang akan dihelat selama bulan Ramadan itu juga akan menjadi kali pertama di Indonesia sebuah film keliling akan disaksikan kepada ribuan santri di tiap pondok pesantren.

Pemutaran film Pesantren didukung oleh PT Telkom Indonesia, Telkomsel, dan Lola Amaria Production (LAP). Kegiatan itu diharapkan bisa menjadi bentuk pembelajaran sekaligus pula untuk menggali potensi kreatif para santri dan memperkuat pandangan masyarakat akan pesantren.

"Ini sebenarnya untuk mengedukasi kehidupan anak-anak pesantren yang begitu concern menggali ilmu. Di Pesantren yang sebenarnya digambarkan kehidupan yang harmonis, beragama dengan santai, berbeda pandangan disikapi dengan biasa saja, dan tinggi akan toleransi. Tidak ada ribut-ribut," tutur Lola Amaria.

Film Pesantren direncanakan tayang Mei 2022.Film Pesantren direncanakan tayang Mei 2022. Foto: dok. LAP

"Pesantren sebagai tempat untuk belajar yang sangat menghargai perbedaan tanpa ada keributan. Toleransi yang tinggi antara satu dengan lainnya. Ini yang kita share di film ini sekaligus akan ada diskusi dalam setiap nonton bareng yang kami lakukan," sambungnya.

Film Pesantren sendiri sebenarnya telah diputar pertama kali untuk publik dalam ajang festival film dokumenter bergengsi di IDFA (International Dokumentary Film Festival) Amsterdam pada November 2019. Pada ajang tersebut, film ini telah mendapat sambutan yang sangat baik dengan melihat tiket penjualan yang ludes untuk dua pemutaran pertama.

Film Pesantren direncanakan diputar secara serentak di bioskop Tanah Air mulai tanggal 26 Mei 2022.

(mau/aay)