Makna Mata Ketiga Doctor Strange di Multiverse of Madness

ADVERTISEMENT

Makna Mata Ketiga Doctor Strange di Multiverse of Madness

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Sabtu, 14 Mei 2022 06:30 WIB
Doctor Strange in the Multiverse of Madness akan tayang di bioskop pada Mei 2022.
(Foto: dok. Marvel Studios) Penulis skenario Michael Waldron menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul soal Doctor Strange in the Multiverse of Madness.
Jakarta -

Seminggu setelah penayangan Doctor Strange in the Multiverse of Madness, teori-teori dan penjelasan soal akhir film itu terus dicari. Penulis skenario film Marvel Cinematic Universe itu, Michael Waldron, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul soal filmnya.

Dalam sebuah wawancara dengan Screenrant, Michael Waldron menjawab pernyataan seputar mata ketiga yang muncul di wajah Stephen Strange di akhir film. Mata ketiga ini merupakan efek dari Strange yang pada akhirnya terpaksa menggunakan kekuatan Darkhold demi mengalahkan Wanda.

Darkhold punya kekuatan gelap yang bisa mengubah siapapun yang membacanya atau menggunakan kekuatan di dalamnya menjadi jahat. Wanda dikuasai oleh buku terkutuk ini dan berubah seutuhnya menjadi Scarlet Witch. Di multiverse, ada juga varian Doctor Strange yang disebut Sinister Strange yang juga dikuasai oleh kekuatan Darkhold. Sinister Strange pada akhirnya memiliki mata tiga.

Setelah Wanda membunuh semua member Illuminati (kecuali Mordo), Doctor Strange memutuskan untuk menggunakan Darkhold. Efek samping dari buku itu pun tak bisa dihindari olehnya.

"Mordo sudah memperingatkan di film pertama. Dia menggunakan Darkhold untuk merasuki mayatnya sendiri dan Darkhold menuntut banyak korban. Pertanyaan buat Stephen adalah, apakah dia akan merangkul sisi gelap itu? Apa artinya kekuatan gelap itu buat dia? Jalan mana yang akan dia tempuh setelah bertemu Clea dan pergi ke Dark Dimension?" katanya.

Kejadian-kejadian di Doctor Strange in the Multiverse of Madness membuka jalan buat MCU menuju ke film yang penuh pertempuran ke depannya. Hadirnya cameo seperti Mister Fantastic, Black Bolt, Professor Xavier, Captain Carter, hingga varian Captain Marvel menghadirkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak terbatas di multiverse.

Selain America Chavez (diperankan Xochitl Gomez) diperkenalkan juga karakter baru bernama Clea. Sosok ini dimainkan oleh aktris Charlize Theron yang muncul di adegan post-credit pertama.

Dijelaskan juga lebih dalam peristiwa inkursi ketika dua semesta berbenturan dan menuju kehancuran. Hal ini disebut-sebut bisa jadi petunjuk untuk proyek film besar Marvel Studios seperti Avengers: Endgame di masa depan yang diprediksi diadaptasi dari komik Secret Wars.

Dalam wawancara dengan Gizmodo, Michael Waldron menyebut Marvel punya pola yang sama dalam hal memperkenalkan karakter-karakter dan membangun cerita menuju Secret Wars seperti yang dia lakukan di fase sebelumnya.

"Mereka dengan cepat mengisyaratkan ada Thanos, lalu Thor dirilis dan film pertama Avengers juga ada ancaman dari planet lain. Lalu datang Thanos. Jelas sekali ada perkembangan cerita yang besar di sana. Jadi kurasa multiverse (fase yang kali ini) juga akan serupa itu," kata Michael Waldron.

Dijelaskan lagi olehnya, Marvel ingin membawa MCU ke alam semesta yang lebih luas. Disebut Michael Waldron, MCU akan meninggalkan bumi dan pergi ke planet lain dan multiverse dalam perjalanan cerita selanjutnya.

"Jadi ya kita akan melihat apa yang terjadi dengan inkursi. Ini bukan kabar baik," katanya.

(aay/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT