Girry Pratama Ingin Pemerintah Serius Bantu Industri Film Bangkit Usai Pandemi

ADVERTISEMENT

Girry Pratama Ingin Pemerintah Serius Bantu Industri Film Bangkit Usai Pandemi

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Kamis, 07 Apr 2022 18:52 WIB
Girry Pratama Ingin Pemerintah Serius Bantu Industri Film Bangkit Usai Pandemi
(Foto: dok. Istimewa) Girry Pratama Ingin Pemerintah Serius Bantu Industri Film Bangkit Usai Pandemi
Jakarta -

Sutradara Girry Pratama menyambut baik niat pemerintah Indonesia dalam membantu industri film nasional bangkit usai pandemi. Belum lama ini, dia ikut ambil bagian dalam rapat virtual yang diadakan Kemenparekraf yang dihadiri seluruh produser film di Tanah Air.

Salah satu agenda yang dibahas dalam rapat tersebut adalah fasilitas PEN Untuk Industri Film Indonesia. PEN (program pemulihan ekonomi nasional) juga dilakukan di subsektor film. Hal ini merupakan wujud dari komitmen pemerintah dalam mempromosikan, membantu proses perizinan, hingga produksi dari sineas Indonesia. Dengan adanya PEN di subsektor film ini, Girry Pratama berharap nantinya Kemenparekraf bisa lebih netral.

"Saya Girry Pratama dari PT Lingkar Karya Pratama berharap program fasilitas PEN yang diadakan Kemenparekraf bisa lebih netral dan lebih baik lagi dalam memilih dan membantu ekonomi kreatif di Indonesia di bidang film. Jangan sampai dana pemulihan ekonomi hanya terfokus untuk membangun gedung-gedung. Syarat penerima dana juga tidak harus PH (production house) yang bagus atau punya kredibilitas tinggi, karena negara tidak sedang berinvestasi mencari PH yang terbaik," harap Girry Pratama dalam sesi tersebut.

Pria yang pernah menjabat produser eksekutif film Ular Tangga itu juga mengatakan bahwa seharusnya pemerintah bisa memilih dengan bijak. Keseriusan pemerintah dalam membantu kebangkitan industri film Nasional pun harusnya tergambar dari bantuan yang diberikan kepada PH-PH yang benar-benar terdampak pandemi.

Tidak hanya itu, Girry Pratama pun menuai harapan lain agar para sineas Indonesia bisa mengawal aliran dana PEN buat sektor perfilman ini. Sehingga bantuan pemulihan ekonomi kreatif subsektor film bisa tepat sasaran.

"Kita juga harus menjaga keadilan di industri kreatif sesuai sila kelima Pancasila, agar tidak disusupi KKN dan tetap berdasarkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Permintaan saya ke negara cukup di sektor lain yang tidak adil, tolong jangan sampai dunia seni juga demikian," tegasnya.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia menggelontorkan dana senilai Rp 75 miliar buat perfilman nasional. Girry Pratama berharap aliran dana tersebut dapat membantu film-film dari PH yang masih terhambat biaya promosi yang besar.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, program PEN Film bertujuan untuk mendukung penguatan aspek demand dan supply ekosistem perfilman nasional, khususnya di masa pandemi COVID-19.

"Awalnya, PEN Subsektor Film direncanakan dengan tiga skema, tapi setelah dilakukan pengkajian ulang hanya akan ada dua skema, produksi dan pra produksi. Untuk pembelian lisensi sepertinya akan dibatalkan atas perundingan dengan Kementerian Keuangan, karena dirasa kurang memberikan efek yang luas terhadap industri film," ulas Ari Juliano Gema dikutip dari situs Kemenparekraf.

Adapun skema promosi bertujuan untuk membantu pelaku industri kreatif mempromosikan film-film terpilih yang akan tayang (film siap tayang). Skema promosi ini diperuntukkan bagi 40 film panjang atau film layar lebar terpilih.

Proses pendaftaran program skema promosi telah berlangsung dari tanggal 1-10 Oktober 2021. Nantinya pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp 1,5 miliar untuk masing-masing rumah produksi yang terpilih dalam skema promosi.

(aay/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT