Review Stoker: Sadisnya Cinta Terlarang

Anarani Kifaya - detikHot
Jumat, 29 Okt 2021 21:04 WIB
Adegan dalam film Stoker.
(Foto: dok. IMDB) Akting yang ditampilkan Matthew Goode sebagai Charlie di Stoker cukup sukses membuat bulu kuduk berdiri.
Jakarta -

Jatuh cinta dengan keluarga merupakan peristiwa yang sebisa mungkin ingin dihindari. Namun sayang ketika kasmaran terkadang hati dan logika tidak bisa diajak bekerja sama hingga terjadilah, mencintai salah satu anggota keluarga sendiri secara romantis.

Dalam keadaan tersebut sebenarnya kita bisa memilih untuk berpura-pura dengan menutupi semua perasaan atau yang ekstrem yaitu maju terus untuk mendapatkan perhatiannya. Cara kedua dipilih oleh Charlie (Matthew Goode) dalam film thriller psikologis Stoker. Setelah sang kakak, Richard (Dermot Mulroney) meninggal secara misterius, Charlie mengambil kesempatan tersebut untuk mendekati anak dari Richard bernama India Stoker (Mia Wasikowska) yang baru menginjak usia 18 tahun.

Obsesi Charlie kepada India sudah tumbuh saat India masih anak-anak. Kala itu Richard peka dengan situasi tersebut. Ia menghalangi Charlie agar tidak bisa bertemu dengan India. Merasa terus dihadang jalannya untuk menemui India, Charlie pun berusaha menyingkirkan kakaknya sendiri.

Adegan dalam film Stoker.Adegan dalam film Stoker. Foto: dok. IMDB

Sejak Richard wafat, istrinya yakni Evelyn (Nicole Kidman) malah mengajak Charlie untuk tinggal di rumah mewahnya demi memberi dukungan mental. India tidak suka dengan kehadiran Charlie yang terkesan mengintimidasi. Charlie pun melakukan segala cara agar mendapatkan India seperti membelikan hadiah untuk ulang tahunnya atau memasak steik yang lezat. Selain itu, ia juga menempuh cara yang tidak berperikemanusiaan: membunuh orang-orang di sekitar India. Lebih parahnya lagi, Charlie menyimpan salah satu mayat korban di freezer bawah tanah rumah. Cinta gila diperlukan pendekatan yang gila pula.

Akting yang ditampilkan Matthew Goode sebagai Charlie cukup sukses membuat bulu kuduk berdiri. Pembawaan diri Charlie sangat tenang tapi membahayakan dengan seringai menyebalkannya. Begitu pula akting Mia yang membintangi India. Mia berhasil menyampaikan sifat menyendiri India yang diiringi oleh sikap apatis terhadap sekitar dan ekspresi wajah datar atau jengah.

Kekurangan dari film besutan sutradara Park Chanwoo ini adalah cara Charlie membunuh orang. Semua terasa terlalu mudah sampai tidak ada yang mencurigai gerak-geriknya. Seolah-olah dunia berkonspirasi dengan Charlie untuk mendekati India. Stoker direkomendasikan untuk kalian yang ingin menonton film romansa tanpa ada unsur mendayu-dayu.

Adegan dalam film Stoker.Adegan dalam film Stoker. Foto: dok. IMDB
(aay/aay)