Escape From Mogadishu Jadi Film Terlaris di Korea Selatan, Kalahkan Black Widow

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Senin, 30 Agu 2021 07:34 WIB
Escape from Mogadishu
Escape From Mogadishu Jadi Film Terlaris di Korea Selatan, Kalahkan Black Widow (Foto: dok. ist)
Jakarta -

Film Escape From Mogadishu diresmikan oleh Korean Film Council sebagai film terlaris 2021 di Korea Selatan. Film ini dibintangi Jo In Sung dan sebelumnya mencuri perhatian karena trailernya menampilkan suara azan dan kental dengan nuansa Islam.

Dalam pernyataan resminya, Korean Film Council mencatat bahwa film Escape From Mogadishu telah disaksikan 2.993.515 penonton sejak penayangannya 28 Juli 2021. Data jumlah penonton ini dikumpulkan hingga 28 Agustus 2021.

Dengan total penonton tersebut, Escape From Mogadishu resmi mengalahkan jumlah penonton Black Widow yang sebelumnya menjadi film nomor 1 di Korea Selatan. Sekaligus film ini juga mengalahkan film Korea dengan penonton terbanyak tahun 2020 yaitu Deliver Us from Evil.

Perolehan jumlah penonton untuk film Escape From Mogadishu jadi sebuah pencapaian lantaran Korea Selatan masih dilanda pandemi COVID-19. Dengan protokol kesehatan yang ketat, film ini masih bisa menarik perhatian penonton untuk datang ke bioskop.

[Gambas:Youtube]



Escape from Mogadishu merupan film yang kisahnya diangkat dari peristiwa nyata saat masa lengsernya pemerintahan Presiden Siad Barre pada tahun 1991 yang sempat terjadi kekosongan pemerintahan di Somalia. Para pejabat di Kedutaan Besar Korea Selatan dan Korea Utara bekerja sama untuk melarikan diri dari negara yang sedang berperang.

Memiliki genre action, Escape from Mogadishu dibuka dengan kisah perang saudara di Somalia dan akan menampilkan kisah tentang Han Shin Sung, sang istri dan para pejabat Kedutaan Besar Korea Selatan yang terjebak di dalam gedung.

Tak hanya Korea Selatan, Kedutaan Korea Utara juga mengalamai hal yang sama. Peristiwa ini membuat Kang Dae Jin dan Han Shin Sung bersatu untuk membawa orang-orang yang berada di dalam gedung Kedutaan untuk keluar dari negara yang sedang berkonflik.

Untuk menampilkan nuansa asli dari Somalia, Dexter Studio mengeluarkan biaya produksi yang tidak sedikit. Kabarnya film yang syuting di Essaouria, Maroko ini menelan biaya produksi sebesar 24 milliar Won atau setara Rp 301,4 milliar.

(sro/dar)