ADVERTISEMENT

A Quiet Place Part II: Ingin Teriak di Bioskop, Tapi Takut!

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Selasa, 25 Mei 2021 20:26 WIB
A Quiet Place Part 2
(Foto: dok. imdb.) A Quiet Place Part II kini sudah tayang di bioskop Indonesia.
Jakarta -

Buat masyarakat Jakarta atau yang tinggal di sekitaran kota, kita mungkin terbiasa dengan suara-suara bising kendaraan, ondel-ondel lewat, pengamen dangdut dengan pengeras suara, atau teriakan-teriakan anak tetangga yang tiba-tiba menangis di pagi buta. Kadang-kadang kita butuh suasana hening tanpa suara yang tenang dan nyaman. Tapi setelah nonton A Quiet Place Part II, entah kenapa suasana tenang yang terlalu hening terasa jadi sangat mengancam.

Peraturan pertama di universe rekaan John Krasinski ini: jangan bersuara. Ada monster di luar sana yang tidak punya mata, tapi kepalanya punya telinga yang sangat sensitif pada suara. Kebisingan sekecil apapun akan membuatnya marah dan tak segan membunuh semua yang membuat suara berisik itu. Meski begitu monster yang sensitif pada suara ini juga punya satu kelemahan yaitu suara dengan frekuensi tinggi yang menyerupai suara feedback dari mikrofon.

A Quiet Place Part II melanjutkan kisah di film pertama. Evelyn (Emily Blunt), Regan (Millicent Simmonds), Marcus (Noah Jupe), dan bayi Evelyn yang baru lahir, berhasil menumpas monster yang mengancam kehidupan di kawasan tempat tinggal mereka. Namun tinggal di tempat itu sudah tidak lagi aman sehingga Evelyn mengajak anak-anaknya untuk mencari bantuan, berbekal hasil riset dan peta peninggalan Lee (John Krasinski) sejak awal invasi monster ini terjadi.

A Quiet Place Part: II.A Quiet Place Part: II. Foto: Dok. Paramount Pictures

Dalam perjalanan itu mereka bertemu Emmet (Cillian Murphy), salah satu teman dan tetangga mereka yang juga dalam usahanya untuk menyelamatkan diri dengan caranya sendiri. Emmet tinggal di sebuah bunker kedap suara selama ratusan hari sejak peristiwa pertama serangan monster yang ditampilkan di awal film kedua. Kondisi Evelyn yang mengenaskan membuat Emmet mau menerima mereka meski harus berkonflik dengan kepentingannya sendiri.

Sekuel dari film rilisan 2018 ini masih disutradari oleh John Krasinski. Ceritanya berfokus pada usaha penyelamatan yang lebih besar.

Regan banyak belajar dari petunjuk-petunjuk dan apa yang ditemukan ayahnya selama berbulan-bulan dan menemukan cara untuk melawan sang monster kejam. Sebuah cara perlawanan yang tidak hanya akan menyelamatkan dia dan keluarganya saja, tapi buat semua orang yang tinggal di kawasan New York. Merasa cukup berani melakukannya sendiri, Regan mengambil risiko mati di tangan monster dan pergi dari bunker buat menjalankan misinya.

Seperti film pertamanya, A Quiet Place Part II tetap minim dialog. Percakapan antara Evelyn dan anak-anaknya dilakukan dengan suara seminim mungkin, bahkan seringkali menggunakan bahasa isyarat karena Regan merupakan seorang tuna rungu. Ada adegan-adegan dalam A Quiet Place Part II yang menampilkan sudut pandang Regan dan ketidakmampuannya mendengar suara apapun.

Suara yang teredam, keheningan yang terasa tidak nyaman, dan ancaman yang bisa datang dari segala sisi, tanpa kita bisa tahu sudah sedekat apa monster itu dari Regan yang tak bisa mendengar apapun. Sehingga ketika momen sang monster muncul dan menampakkan dirinya, yang pertama kali ketakutan bukan Regan tapi penonton.

Menyaksikan A Quiet Place II di layar dan sistem audio IMAX membuat pengalaman audio dan visualnya semakin maksimal. Kita sebagai penonton benar-benar diajak ikut masuk ke dalam suasana mencekam dalam film dan tidak boleh bersuara. Sehingga ketika ada adegan yang mengagetkan, penonton dipaksa untuk membungkam mulut mereka demi tidak berteriak, seolah-olah monster akan menerkam dari segala sisi kalau kita bersuara.

Ada lebih banyak orang yang dihadirkan dalam A Quiet Place Part II yang berarti ada lebih banyak masalah. Dalam ratusan hari hidup di tengah-tengah teror monster, sebagian masyarakat New York yang berusaha bertahan hidup telah berubah ganas, sebagian lagi berusaha menjauh, menyelamatkan diri, dan mencari ketenangan. Tapi yang pasti ketenangan dan keheningan seperti dalam film ini bukanlah yang kita cari dan inginkan meski dalam satu jam saja di kehidupan nyata.

[Gambas:Youtube]

Karena sudah jadi ciri khas dari film yang minim suara ini, maka suara sekecil apapun di dalam bioskop akan terasa mengganggu. Sebaiknya tahan diri untuk tidak mengunyah pop corn dengan suara terlalu keras atau membuka bungkus keripik yang diselundupkan dari luar bioskop di tengah-tengah film.

A Quiet Place Part II kini sudah tayang di bioskop Indonesia.

(aay/srs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT