Hot Review

Army of the Dead: Aksi Mustahil di Tengah Kepungan Zombie

Candra Aditya - detikHot
Selasa, 25 Mei 2021 09:03 WIB
Army of The Dead
Dave Bautista dalam Army of The Dead / Foto: (dok.Netflix)
Jakarta -

Anda suka film zombie? Anda suka heist movie ala serial Ocean's? Anda suka film ensemble film action? Dan apakah Anda suka drama tentang hubungan ayah dan anak dan retak?

Kalau Anda suka semua genre itu jangan kemana-mana karena Army of the Dead diciptakan untuk Anda. Disutradarai oleh Zack Snyder, Army of the Dead adalah salah satu entry Netflix untuk menunjukkan bahwa Anda bisa menyaksikan blockbuster tanpa harus pergi ke bioskop.

Setup-nya Army of the Dead sebenarnya sangat sederhana. Las Vegas sekarang bukan lagi Las Vegas yang dulu. Las Vegas yang sekarang dihiasi oleh zombie-zombie haus manusia. Itulah sebabnya pemerintah memutuskan untuk me-lockdown Las Vegas dan membuatnya terkunci dari dunia luar.

Salah satu orang yang berhasil untuk membantu negara menutup Las Vegas adalah Scott (Dave Bautista) yang sekarang bekerja sebagai 'koki' di restoran siap saji. Scott bisa jadi dianggap sebagai pahlawan negara tapi hidupnya tidak seindah itu. Selain pekerjaan yang membosankan, hubungan dengan anak semata-wayangnya, Kate (Ella Purnell), juga tidak baik.

Itulah sebabnya ketika seorang laki-laki bernama Bly Tanaka (Hiroyuki Sanada) muncul dan menawarkan sebuah misi mustahil, Scott langsung menerimanya. Misi mustahil tersebut adalah masuk ke Las Vegas, mengambil uang 200 juta yang terkurung dalam brankas yang susah ditembus di salah satu kasino yang ada di dalam Las Vegas kemudian pergi dalam keadaan selamat.

ARMY OF THE DEAD - (L-R) NORA ARNEZEDER as LILLY, SAMANTHA WIN as CHAMBERS, ANA DE LA REGUERA as CRUZ, DAVE BAUTISTA as SCOTT WARD and OMARI HARDWICK as VANDEROHE. Cr: NETFLIX © 2021ARMY OF THE DEAD - (L-R) NORA ARNEZEDER as LILLY, SAMANTHA WIN as CHAMBERS, ANA DE LA REGUERA as CRUZ, DAVE BAUTISTA as SCOTT WARD and OMARI HARDWICK as VANDEROHE. Cr: NETFLIX © 2021 Foto: NETFLIX/

Seperti halnya serial Fast and Furious, Scott membutuhkan tim yang terdiri dari orang-orang gila untuk masuk ke dalamnya. Dia membawa Vanderohe (Omari Hardwick) yang tahan banting, romantic interest Maria Cruz (Ana de la Reguera), Ludwig (Matthias Schweigholer) yang ahli membobol brankas, Lily (Nora Arnezeder), Mikey Guzman (Raul Castillo) seorang Youtuber yang hobi membunuhi zombie dan sahabatnya Chambers (Samantha Win) serta Martin (Garret Dillahunt), tangan kanan Bly Tanaka.

Bersama-sama mereka memasuki tanah penuh zombie dengan harapan akan berakhir dengan dollar di atas kasur mereka.

Army of the Dead bukan Dawn of the Dead, remake yang pernah dikerjakan Snyder di tahun 2004. Army of the Dead jauh lebih mirip Sucker Punch. Kalau Dawn of the Dead sangat on point alias tidak bertele-tele dalam merancang terornya, film ini mencoba pamer akrobat genre dan berusaha sekali menunjukkan bahwa ia tidak bisa didefinisikan akan satu hal. Seperti layaknya Sucker Punch.

Ada bagian Army of the Dead yang memang asyik. Seperti ketika para karakternya harus bergerak masuk ke dalam kasino melalui bangunan yang dipenuhi dengan zombie yang sedang tertidur. Temponya asyik dan ketegangan yang dibangun sangat baik. Tapi ketegangan itu ternyata selesai begitu karakternya berhasil keluar dari sana.

Setelah itu Army of the Dead berubah menjadi berbagai jenis film seperti yang Snyder inginkan tapi tidak pernah berhasil menjadi film zombie yang menegangkan, seperti Dawn of the Dead.

Padahal opening-nya Army of the Dead sangat menjanjikan. Setelah intro yang rapi, Snyder memberikan pembukaan tentang teror Las Vegas dalam sebuah opening title yang sangat indah.

Army of The DeadArmy of The Dead Foto: (dok.Netflix)

Dengan slow motion yang selalu menjadi tanda tangannya, opening title tersebut mengajak penonton untuk mengenal karakter-karakter utamanya sekaligus melihat misi penutupan Las Vegas yang tentu saja penuh dengan chaos. Opening ini adalah salah satu karya Snyder yang baik.

Tidak bertele-tele, stylish, tepat sasaran. Sayang sekali sisa film ini tidak bisa dikatakan demikian.

Army of The DeadArmy of The Dead Foto: (dok.Netflix)

Dengan durasi dua jam setengah Army of the Dead sangat ribet dengan gado-gado yang mau ia sampaikan. Dan hasilnya menjadi setengah-setengah karena Snyder tidak bisa berkomitmen untuk menentukan film mana yang sedang ia buat. Sebagai film zombie, Army of the Dead tidak semenggerus adrenalin itu.

Untuk heist movie, tidak ada thrill yang biasanya hadir di film-film sejenis. Dan untuk film drama tentang ayah dan anak yang mencoba rekonsiliasi, film ini minim komponen emosional.

Character developmentnya sangat minim. Tapi meskipun plotnya agak ribet, harus diakui Army of the Dead adalah film Snyder yang paling sesuai dengan karakternya. Tidak seperti ketika dia membuat Batman dan kawan-kawan, disini dia tahu bahwa film ini adalah film popcorn.

Bayangkan kalau Snyder fokus untuk membuat ini sebagai film zombie total atau heist movie tanpa ada subplot drama yang kentang. Pasti hasilnya akan jauh lebih menampar muka.

Army of the Dead dapat disaksikan di Netflix

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



Simak Video "Zack Snyder Cerita Pengalaman Garap Ulang Justice League"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)