Mortal Kombat: Kita Tak Peduli Sub-Zero Antagonis, Joe Taslim Terbaik!

Candra Aditya - detikHot
Kamis, 15 Apr 2021 14:45 WIB
Jakarta -

Mortal Kombat dibuka dengan sebuah pertarungan dahsyat antara Bi-Han/Sub-Zero (Joe Taslim) dan Hanzo Hasashi (Hiroyuki Sanada) di sebuah hutan di Jepang pada abad ke-17. Adegan pembukaan ini menarik karena awalnya sutradara Simon McQuoid menyetel mood yang tenang dan menghangatkan.

Hasashi bersama istri dan anaknya bercengkerama sebelum Hasashi disuruh untuk mengambil air lagi. Tentu saja ini adalah umpan karena yang terjadi berikutnya adalah potongan tubuh mencelat ke mana-mana dan darah mengalir dengan manis di layar. Hanzo Hasashi meninggal dunia sebelum Lord Raiden (Tadanobu Asano) muncul dan menyelamatkan keturunan akhir Hasashi yang kebetulan sempat disembunyikan oleh anaknya.

Loncat berabad-abad kemudian kita bertemu dengan Cole Young (Lewis Tan), seorang bapak sekaligus petinju underground yang rela dipukuli demi 200 dollar. Cole Young pernah dielu-elukan tapi kini dia bukan lagi sosok yang kuat. Padahal dia punya potensi yang besar. Dan mungkin tanda lahir naga di dadanya ada hubungannya dengan itu semua.

Kemudian muncul Sub-Zero. Dia diutus oleh Shang Tsung (Chin Han) untuk melenyapkan keturunan akhir Hasashi yang menurut sebuah ramalan akan menjadi kunci dalam kumpulnya para jagoan yang akan mengalahkan Outworld. Cole Young yang tentu saja tidak tahu apa-apa tentang kekuatan magis dan kejamnya warga Outworld bingung sampai akhirnya Jax (Mehcad Brooks) muncul dan memintanya untuk menemui Sonya Blade (Jessica McNamee). Bersama Sonya Blade, Cole Young akhirnya belajar untuk menjadi kuat untuk menjaga keamanan Earthrealm dari Outworld.

Bagi Anda yang familiar dengan game Mortal Kombat, film ini pasti sudah Anda nanti-nantikan. Di periode 90an memang ada dua film Mortal Kombat yang dirilis. Film pertamanya lumayan menghibur meskipun terkesan cupu tapi film keduanya Mortal Kombat: Annihilation membuat seri ini gulung tikar. Warner Bros. kemudian membeli hak cipta game ini dan mengemas versi baru Mortal Kombat sesuai dengan mimpi semua para penggemar game-nya: kekerasan yang enak dilihat.

Hilang sudah semua kecupuan yang Anda tonton di dua filmnya. Mortal Kombat versi 2021 ini sungguh liar dan memuaskan. Adegan berantemnya memanjakan mata karena di koreografi dengan begitu ciamik. Darah, tusukan, pukulan dan segala jenis bentuk kematian ditampilkan tanpa tedeng aling-aling di sini. Itulah sebabnya meskipun Mortal Kombat sangat mudah dipahami bagi siapapun yang menonton, film ini adalah hiburan khusus orang dewasa.

Sebagai sutradara debutan, McQuoid cukup berhasil dalam mempersembahkan visi Mortal Kombat-nya yang tidak kompromi. Visual film ini memanjakan mata. Dia tahu bahwa penonton membeli tiket untuk menyaksikan karakter-karakter legendaris ini saling adu jotos. Itulah sebabnya dia melukis film ini dengan indah (dengan bantuan sinematografer Germain McMicking) supaya penonton tidak bosan ketika karakternya saling berdialog mengucapkan eksposisi.

Ditulis oleh Greg Russo dan Dave Callaham, Mortal Kombat adalah jenis film yang memang dibuat untuk menyenangkan para penggemarnya yang merindukan aksi one-on-one karakter-karakternya. Adegan-adegan itu memang luar biasa. Tapi jangan berharap banyak karena secara emosi, film ini hampa sekali. Hampir semua motivasi karakternya tipis. Bahkan karakter Cole Young yang menjadi nahkoda film ini tidak terasa perjalanan emosionalnya padahal dia yang paling punya bahan bakar untuk membuat karakternya mencuat. Secara plot Mortal Kombat pun sangat sederhana kalau mau menghindari kata 'cetek'.

Kesederhanaan emosi Mortal Kombat pun didukung oleh barisan aktornya yang memang tidak piawai dalam menyampaikan emosinya. Lewis Tan, Jessica McNamee, Mehcad Brooks, Ludi Lin (Liu Kang), Max Huang (Kung Lao) dan Chin Han tidak memberikan apa-apa meskipun ketika mereka beraksi mereka benar-benar mempesona. Josh Lawson lumayan mencolok karena kebagian jatah untuk melucu. Tentu saja penampilan Hiroyuki Sanada mencolok mata karena dia adalah aktor handal yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.

Yang mengejutkan justru Joe Taslim. Joe Taslim tidak hanya bisa tampil sangat meyakinkan sebagai Sub-Zero tapi dia benar-benar menjadi lawan yang sangat tangguh. Berkat penampilannya yang ciamik, saya bahkan tidak peduli kalau dia adalah karakter antagonis. Saya ingin dia yang menang. Joe Taslim tidak hanya berhasil memamerkan keahlian fisiknya yang luar biasa tapi ia juga mampu menghadirkan sosok dingin menyeramkan yang pas untuk vibe film ini. Tatapan matanya menghipnotis. Dan ketika dia sudah beraksi, mata Anda dijamin tidak akan lari darinya. Berkat Joe Taslim, Sub-Zero berhasil menjadi hantu yang ditakuti sepanjang film diputar. Dan itu adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.

Mortal Kombat dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop!

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(nu2/nu2)