Sambut Hari Film, Filmmaker Tanah Air Gelar Nonton Bareng di Bioskop

Devy Octafiani - detikHot
Selasa, 23 Mar 2021 16:00 WIB
Sejumlah bioskop di Jakarta tetap buka bahkan dengan kelonggaran operasional dan kapasitas maksimal 50% dari sebelumnya hanya 25%. Nyatanya, masih sepi.
Nonton bareng di bioskop di hari film / Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -

Setiap tahunnya, Hari Film Indonesia diperingati pada tanggal 30 Maret. Tahun ini, ada perayaan yang dibuat oleh asosiasi sutradara Tanah Air.

Indonesian Film Directors Club atau IFDC mempersembahkan sebuah program nonton bareng di bioskop bersama sutradara film Indonesia. Gelaran nonton bareng itu bertajuk Panjang X Lebar.

Dalam keterangannya, IFDC menggelar nonton bersama cuplikan dari beberapa film karya anggotanya yang tertunda tayang di bioskop atau masih dalam tahap pascaproduksi.

Acara nonton bareng ini turut mengajak penonton umum secara terbatas. Pemutaran dan acara nonton bareng ini digelar pada Selasa 30 Maret 2021 di bioskop Metropole XXI, Jakarta Pusat.

detikcom mencoba meminta keterangan dari pihak XXI mengenai cuplikan film apa sajakah yang akan diputar.

Dunia perfilman Tanah Air memang tak terhindar dari imbas pandemi yang berlangsung sejak Maret 2020. Kini setahun sudah pandemi terjadi dan membuat banyak hal termasuk industri perfilman turut mengalami imbasnya.

[Gambas:Instagram]


Film-film baru mengalami tunda tayang. Bioskop pun menanggung beban karena minimnya jumlah penonton yang datang menonton ke bioskop.

Belakangan, sejumlah sineas yang terdiri dari produser dan sutradara mengajukan kepada Presiden Jokowi mengenai pemberian stimulus bagi industri film yang terdampak.

Selama ini, bioskop menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar yang dapat membuat roda industri perfilman dapat terus berputar.

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia, Djonny Syafruddin mengatakan mengenai nasib bioskop saat ini.

"Nggak sedikit yang karyawannya tinggal sepertiga. Bioskop nggak semuanya buka karena kalau buka semua akan membawa kerugian. Satu lokasi ada yang kerugiannya sampai Rp 150 juta per bulan. Yang independen itu Rp 50 juta-Rp 60 juta," ungkap Djonny Syafruddin.



Simak Video "Cinema XXI Lakukan Penelitian soal Virus Corona di Studio Bioskop"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/tia)