Kisah Ibu sampai Orang Gila Bakal Diangkat ke Layar Lebar

Devy Octafiani - detikHot
Senin, 30 Nov 2020 20:04 WIB
Fajar Bustomi
Foto: (Instagram Fajar Bustomi)
Jakarta -

Rumah produksi Falcon Pictures menggelar kompetisi penulisan skenario belum lama ini. Dari naskah-naskah yang masuk, telah terpilih naskah pilihan yang disaring dari penilaian sejumlah sutradara.

Sutradara yang ditunjuk menjadi juri yang terdiri dari Rako Prijanto, Ifa Ifansyah, Fajar Bustomi, Danial Rifki, Anggy Umbara, dan Indra Gunawan telah memilih skrip yang menjadi pilihan mereka.

Dari seribu enam ratus naskah yang masuk, Rako Prijanto memilih cerita berjudul Catatan Harian Para Pembohong karya Hidayatullah. Sutradara film Teman Tapi Menikah ini, memilih cerita ini karena tulisannya yang matang.

"Karakter tokohnya jelas, dan related dengan kehidupan kita. Dan yang pasti bisa dieksekusi menjadi sebuah film. Judulnya menarik dan original banget," urainya.

Sutradara lainnya yang menjadi juri, Anggy Umbara memilih cerita berjudul Balada Sepasang Kekasih Gila karya Hang Gagas. "Ceritanya menarik banget tentang cinta orang gila. Saya suka, karena ini sudut pandangnya beda. Ini drama banget, dan lebih ke sastra sih menurut saya," ungkap sutradara film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 & 2 ini.

Sedangkan Ifa Ifansyah, memilih cerita yang berlatar belakang misteri. "Setelah membaca kemudian menimbang-nimbang, saya memilih cerita berjudul The Murderer, karya Refin Palung. Saya suka cerita bisa dibilang bukan cerita anak-anak, tapi dilihat dari sudut pandang anak-anak. Menurut saya akan ada misterinya, di cerita yang saya pilih ini," ujarnya.

Lain lagi dengan Fajar Bustomi, yang selalu menggarap film-film drama, ia pun tidak ingin keluar dari zona nyamannya.

"Mudah-mudahan ini pilihan yang tepat buat saya. Setelah mendapatkan ini, sepertinya saya belum mendapatkan ceritanya seperti ini sebelumnya. Saya suka banget filmnya Teguh Karya Ibunda. Jadi saya ingin membuat film cerita tentang ibu. Untuk itulah saya memilih cerita berjudul Jangan Ambil Surgaku, karya Ari Kerling," katanya.

Danial Rifky setelah membaca naskah-naskah yang masuk, sutradara film Haji Backpacker ini memilih cerita berjudul Katok Mencari Dalang Gusti karya Ayu Puspagathy.

"Alasan saya memilih cerita ini karena berlatar tentang Bondowoso. Saya belum pernah ke sana, tapi saya bisa membayangkan bagaimana keunikan hidup masyarakat di sana," ujarnya.

Juri lainnya, Indra Gunawan memilih cerita yang secara kebetulan pernah ia alami. "Saya memilih cerita berjudul Pelangi Tanpa Warna Karya Mahfriza Kifani. Saya memilih cerita ini karena sebuah novel drama, kebetulan sekali pernah saya alami. Bagaimana orang yang kita cintai kena penyakit. Jadi merubah keadaan keluarganya. Kebetulan saya pernah mengalami kejadian seperti itu," ungkapnya.

Sutradara film Gila Lo Ndro, Herwin Novianto, memilih naskah berjudul unik, KPR (Kapan Pindah Rumah). "Setelah membaca naskah dari Falcon Script Hunt, saya memilih cerita karya Annisa Diandari Putri berjudul Kapan Pindah Rumah. Menurut saya ceritanya sederhana, tapi mempunyai makna yang bagus. Dan kejadian ini, sepertinya bisa dirasakan oleh kebanyakan masyarakat Indonesia," kata Herwin.

7 naskah terbaik yang terpilih ini akan diangkat ke layar lebar di bawah arahan deretan sutradara tersebut. Sebelumnya kompetisi Script Hunt ini diselenggarakan pada rentang bulan September hingga bulan Oktober 2020.



Simak Video "Ada Kendala Teknis, Sidang Putusan Wanprestasi Jefri Nichol Ditunda"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/nu2)