Bergerak Bersama untuk Sinema Asia di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2020

Pradito Rida Pertana - detikHot
Minggu, 22 Nov 2020 08:41 WIB
Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2020
Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2020 digelar secara luring Foto: Istimewa
Yogyakarta -

Festival film tahunan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali digelar. Tahun ini, JAFF dilangsungkan pada 25-29 November 2020 secara daring dan luring. Berbeda dengan tahun sebelumnya, JAFF akan menyajikan program film yang akan ditayangkan secara serentak di 15 kota seluruh Indonesia.

Presiden JAFF Budi Irawanto mengatakan, bahwa pengalihan program non-pemutaran akan disajikan secara daring. Selain itu, perayaan JAFF 15 sendiri mengusung tema Kinetik yang merujuk pada gerakan-gerakan yang berasosiasi dengan kekuatan maupun energi.

"Di tengah situasi pandemi (COVID-19), Kinetic menggarisbawahi pentingnya merawat gerak sinema Asia demi menggapai kebesarannya. Masyarakat bersama JAFF 15 dapat terlibat aktif bagi mereka yang paling membutuhkan bantuan di tengah krisis, dengan mengarungi gelombang perubahan oleh pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi mendasar dalam ekologi media kontemporer", kata Budi melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (21/11/2020).

Direktur Festival JAFF 15, Ifa Isfansyah melanjutkan, JAFF 15 hadir meretas tantangan di masa yang serba sulit. Sejatinya, kelahiran JAFF pada tahun 2006 juga bersamaan terjadinya gempa bumi Yogyakarta. Pada saat itu, JAFF menjadi medium pertemuan antara sineas dengan masyarakat yang turut memberikan hiburan dan harapan atas keterpurukan menghadapi bencana melalui sajian sinema-sinema Asia.

"Festival bukan hanya berarti sebagai perayaan. Tetapi sudah seharusnya menjadi energi di tengah sebuah krisis. Di era pandemi seperti ini justru JAFF harus diselenggarakan untuk menumbuhkan semangat perfilman Indonesia", ujarnya.

Penyelenggaraan festival tahun ini justru menghasilkan gagasan-gagasan baru secara teknis maupun sajian program-programnya.

"JAFF yang memang berakar pada komunitas film, tahun ini menjadi spesial karena berlangsung di 15 kota dan bekerjasama dengan 15 komunitas film serta mempunyai program online untuk memberikan kesempatan agar bisa dinikmati oleh penonton film di Indonesia," lanjutnya.

Sementara itu, Program Director JAFF 15, Reza Fahri menyebut, perjumpaan JAFF 15 disambut dengan film Mekong 2030 (2020); sebuah film antologi berisi lima film naratif pendek yang mengisahkan bagaimana masa depan Sungai Mekong dari lima perspektif nasional dan budaya yang berbeda.

Berlatar pada tahun 2030, film yang disutradarai oleh lima sineas Asia Tenggara ini mengajak kita untuk secara aktif melindungi sumber air yang memiliki fungsi kritis dalam kehidupan. Selain Mekong 2030 (2020), JAFF 15 akan menayangkan film-film lain dari seluruh Asia Pasifik.

"Seperti yang sudah-sudah, JAFF selalu memilih film-film yang memiliki daya tarik dalam konteks isu, sosial, ekonomi, dan budaya dari berbagai negara Asia. Selain itu, film-film yang ditayangkan memiliki bentuk yang bermacam-macam; mulai dari fiksi, dokumenter, hingga hybrid," katanya.

"Keragaman ini merupakan salah satu cara kami dalam merespon gerakan sinema Asia yang selalu bergerak, beradaptasi, dan berkembang seiring berjalannya waktu," imbuh Reza.

Perlu diketahui, sebanyak 128 film (57 feature dan 71 film pendek) akan ditayangkan pada gelaran JAFF 15 yang terbagi dalam beberapa program, antara lain Asian Perspectives, JAFF-NETPAC, Light of Asia, Indonesian Films Splash, Special Program dengan Shanghai IFF 2020 da Kemenparekraf, serta kolaborasi bersama 15 komunitas film.

Direktur Artistik JAFF 15, Kamila Andini menambahkan, Program Public Lecture dan Masterclass sebagai program non-pemutaran film turut hadir kembali dalam memeriahkan JAFF 15. Sementara itu, JAFF bekerja sama dengan FESTIF (Fasilitasi Ide Sinema Kreatif) akan melaunching fasilitasi prodiksi film pendek berbahasa daerah.

Berbagai program yang ada di JAFF dapat disaksikan secara daring maupun luring dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Public Lecture dan Masterclass sebagai program non-pemutaran film turut hadir kembali dalam memeriahkan JAFF 15.

"Selain digelar secara online, tahun ini kami mencoba untuk mendekatkan film-film pilihan pada para penontonnya dengan menayangkan film-film tersebut di 15 kota. Hal tersebut dapat terwujud berkat kolaborasi bersama 15 komunitas film. Upaya ini kami lakukan untuk mengaktifkan komunitas film yang sedikit banyak juga terdampak kondisi pandemi," katanya.

JAFF 15 sendiri akan berlangsung pada tanggal 25-29 November 2020 secara luring di Kedai Kebun Forum Yogyakarta dan 14 kota lainnya di seluruh Indonesia dan secara daring di kanal Klik Film.



Simak Video "Langgar Aturan, Ratusan APK Bajo dan Gibran-Teguh Dicopot!"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)