Mana Watchmen yang Lebih Seru; Seri atau Filmnya?

Watchmen ID - detikHot
Minggu, 04 Okt 2020 19:32 WIB
Watchmen
Foto: Watchmen (imdb)
Jakarta -

Dr. Manhattan berbicara dengan lembut, menjawab pertanyaan dari orang paling pintar di seluruh dunia yang dulu pernah menjadi teman sekaligus musuhnya, Adrian Veidt. Mendengar jawaban ini Adrian kemudian tersenyum, dan mulai membicarakan penampilan sang 'Dewa Biru' yang terlihat berbeda sambil menebak seraya berkata:

"Why can't you do it yourself?"

Percakapan di atas, adalah satu dari banyak narasi menarik yang hadir di seri Watchmen, sebuah judul komik yang sebelumnya telah diadaptasi dalam bentuk film. Film Watchmen yang tayang pada tahun 2009 silam mendulang sukses dari segi pendapatan maupun pengakuan kritik. Zack Synder selaku sutradara dipuji oleh fans dan para penonton karena berhasil membuat Watchmen sesuai dengan adaptasi komiknya; gelap, penuh intrik dan dibumbui dengan drama cerita yang berat.

10 tahun setelah kesuksesan Watchmen, HBO kemudian mencoba untuk merasakan kesuksesan yang sama, dengan mengajak Nicolle Cassel menyutradarai mini-series Watchmen yang dibintangi artis ternama, mulai dari Regina King, Tim Nelson, hingga Jeremy Irons. Hasilnya? Seri Watchmen mendapatkan respon baik dari kritik dan bisa dibilang berhasil mempertahankan kualitas dari versi filmnya.
Tapi kalau kita analisis lebih dalam, apa saja hal yang membedakan 'kualitas' antara film dan seri Watchmen? Mana kira-kira yang memberikan cinematic experience yang lebih memuaskan?

Simbol, Sistem dan Superhero

Ada satu perbedaan mendasar dan terlihat jelas di versi seri Watchmen yang jauh berbeda dari versi filmnya, yaitu fokus perspektif cerita yang diambil.

Jika versi film fokus pada setiap cerita karakter-karakter pahlawan super yang berperan, seri Watchmen mengambil perspektif yang jauh lebih lebar dan lebih luas. Damon Lindeloff, selaku penulis naskah dan eksekutif produser mengambil cerita dari kehidupan masyarakat yang terpengaruhi oleh keberadaan para pahlawan super dan sang 'Blue God' atau yang lebih dikenal dengan nama Dr. Manhattan.

Perspektif ini bisa dibilang unik karena berani mengambil perspektif yang berbeda dari ranah film dan seri dunia superhero pada umumnya, yang biasanya hanya fokus pada beberapa tokoh saja. Seri Watchmen memperlihatkan bagaimana sistem-sistem yang kita kenal bertransformasi ke arah yang jauh lebih buruk karena kemunculan pahlawan super, mulai dari sistem penegakan hukum hingga eskalasi isu rasisme.

Ya, seri Watchmen menggunakan isu rasisme, anarkistis, dan penegakan hukum pilih kasih yang sangat kental untuk menunjukan perubahan tersebut. Sebuah cara yang efektif untuk membuat penonton merasa tidak nyaman dan tergerak untuk mencari tahu lebih dalam tentang apa yang terjadi sebenarnya. Ketidakadilan diperlihatkan dengan begitu frontal dan sangat berhubungan dengan dunia nyata, sehingga emosi yang terlihat benar-benar bisa tersampaikan pada penontonnya.

WatchmenWatchmen Foto: imdb

Semua kerusakan sistem yang diperlihatkan pada seri Watchmen dimulai pada akhir versi filmnya, yaitu ketika Rorschach menaruh jurnal berisi fakta sesungguhnya tentang Adrian Veidt dan Dr. Manhattan yang mengakibatkan 3 juta orang tewas dalam tragedi 'bom' buatan. Tapi alih-alih menjadi simbol kebenaran yang hakiki, topeng Rorschach berubah menjadi simbol yang digunakan oleh para anarkis penganut white supremacy bernama 7th Kavalry, yang bersumpah akan membunuh semua orang kulit hitam di Amerika.

Pergeseran simbol-simbol seperti inilah yang membuat seri Watchmen begitu menarik, dimana kita bisa melihat kemungkinan yang nyata bahwa keberadaan pahlawan super justru dapat membuat dunia lebih kacau dari sebelumnya, bukan seperti yang diperlihatkan seri-seri pahlawan super pada umumnya yang mereka adalah penyelemat dunia.

Kombinasi Sempurna Fiksi & Realita

Ketika film Watchmen muncul, banyak orang memuji jalan cerita yang mengambil lebih banyak sisi realita dibandingkan sisi fiksinya, dengan menampilkan imej bahwa 'pahlawan super' hanyalah orang biasa yang memiliki kelebihan, bukan prang dengan kekuatan super yang tidak bisa diterima dengan logika.

The Comedian tidak memiliki kekuatan manusia super layaknya Captain America, dia hanya punya tubuh yang lebih kuat saja. Begitu juga Adrian Veidt yang diperlihatkan sebagai manusia dengan tingkat intelektual yang tinggi, bukan sebagai manusia yang punya kemampuan telekinesis seperti Scarlet Witch. Dr. Manhattan yang merupakan satu-satunya orang dengan kekuatan super bahkan mempunyai cerita asal yang masih bisa diterima logika.

Inilah yang membedakan Watchmen dengan judul film dan seri pahlawan super lainnya, dimana fiksi dan realita bisa berpadu dengan seimbang dan sempurna.

Dan untungnya, seri Watchmen juga masih menjunjung nilai yang sama. Penonton lebih banyak diperlihatkan sisi realita dibandingkan fiksi, seperti bagaimana cerita awal mula polisi di Tulsa menggunakan masker untuk melindungi identitas diri mereka. Mulai dari memuncaknya isu rasisme, peristiwa White Night, hingga kemunculan kelompok anarkis 7th Kavalry. Tidak ada alien dari galaksi seberang, tidak mahkluk dari dimensi lain, dan tidak ada pertarungan antara pahlawan super. Hampir semua cerita di seri Watchmen benar-benar diperlihatkan seperti bisa terjadi di dunia nyata.

Mungkin inilah alasan mengapa cerita seri Watchmen mendapatkan begitu banyak respon positif, karena ceritanya dapat membuat penonton berpikir bahwa semua hal buruk yang diperlihatkan, bisa dan akan terjadi pada kita semua, dengan segera.

Setengah, Setengah

Ketika menonton Watchmen versi filmnya, kira-kira bagian mana saja yang benar-benar menunjukan kualitas tingginya? Apakah elemen teknis seperti pencahayaan dan sinematografi? World building dan teknik penceritaannya? Atau plot twist yang diberikan oleh Adrian Veidt yang membuat kita tidak bisa menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah?

Semuanya adalah alasan yang valid dan memang menjadikan film Watchmen punya kelasnya tersendiri. Dan ketika seri Watchmen keluar, tentu kita akan berekpektasi mendapatkan cinematic experience yang berbeda dan lebih berkualitas dari filmnya bukan? Tapi sayangnya, hal itu tidaklah terjadi.

Jika kita melihat dari cerita awal sampai cerita akhir seri Watchmen, kita dapat melihat pola dan formula yang secara garis besar sama dengan versi filmnya. Kita bisa melihat kesamaan plot pencarian fakta dari karakter utama tentang masalah yang sedang dihadapinya, mulai dari mengalami kejadian yang tidak terduga sampai menemukan fakta yang mengubah jati dirinya.

Di penghujung seri juga kita bisa melihat kesamaan plot twist yang digunakan, yang hanya dibedakan dari proses pendekatan cerita, karakter pelakunya dan hasil cerita yang berbeda. Jika kita memperhatikan detail cerita pada versi film Watchmen, kita akan merasa deja vu saat menonton versi serinya.

Tapi apakah hal tersebut membuat seri Watchmen menjadi membosankan? Tidak, seri Watchmen jauh dari kata membosankan. Dikarenakan seri Watchmen mempunyai cerita yang jauh lebih panjang, ada begitu banyak hal baru yang menarik yang tidak bisa kita lihat dan nikmati dari versi filmnya. Salah satunya adalah penambahan karakter-karakter baru dan evolusi dari karakter-karakter yang ada pada versi film.

Desain karakter dari Silk Spectre salah satunya, dimana penonton bisa melihat perubahan sifat dan karakter yang signifikan antara versi film dengan versi serinya. Penambahan karakter-karakter baru seperti Sister Night, Looking Glass, Red Scare, Pirate Jenny hingga sang legenda Hooded Justice juga turut memperkaya cerita.
Secara sinematografi, seri Watchmen mampu memberikan kita visual yang lebih eksploratif dibandingkan dengan versi filmnya. Banyak adegan-adegan yang terasa lebih emosional berkat pengambilan gambar dan transisi ciamik, mulai dari komposisi gambar yang prima hingga penggunaan invisible cut yang sempurna.

Tapi dari semuanya, satu hal yang membuat seri Watchmen jauh dari kata membosankan adalah bagaimana narasi cerita diberikan dengan begitu kompleks menggunakan banyak timeloop, tapi tetap dapat tersampaikan dengan efisien pada penontonnya. Dari awal sampai akhir, semua elemen cerita saling berhubungan, saling terkoneksi dan saling mendukung satu sama lain secara konsisten. Hampir tidak ada adegan yang dibuat dan diceritakan dengan sia-sia.

Dengan kata lain, seri Watchmen adalah jenis seri yang bisa kita nikmati baik secara detail, ataupun dalam perspektif cerita keseluruhan yang lebih luas. Kita akan menikmati setiap intriknya, kita selalu penasaran dengan akhirnya; apakah episode kali ini cerita akan berjalan dengan ironi, atau berakhir dengan tragedi.

Dilihat dari sisi manapun juga, rasanya sangat sulit membandingkan mana yang lebih seru antara film dan seri Watchmen. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya yang hanya bisa dirasakan dan bisa dimengerti setelah kita menontonnya. Karena itu, jika kamu penasaran dan ingin tahu jawaban dari judul pertanyaan di atas, coba saja tonton seri Watchmen secara legal hanya di Mola TV!



Simak Video "Ternyata Sophia Latjuba dan Iwan Fals Orangnya Cemburuan!"
[Gambas:Video 20detik]
(dar/dar)