Kisah Cinta Ahli Tato Jepang dan Pribumi Malaysia di The Garden of Evening Mists

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Senin, 28 Sep 2020 12:22 WIB
The Garden of Evening Mists
Hiroshi Abe dalam The Garden of Evening Mists (Foto: dok. HBO Asia)
Jakarta -

Aktor Jepang Hiroshi Abe yang sebelumnya dikenal lewat deretan film seperti After the Storm (2016) dan Thermae Romae (2012) ditantang untuk memerankan seorang ahli taman dan ahli tato dalam film The Garden of Evening Mists. Berperan sebagai orang Jepang di film Malaysia berlatar kisah setelah Perang Dunia II memberikan sebuah tantangan yang berbeda buat Hiroshi Abe.

Dalam The Garden of Evening Mists yang kini tayang di HBO GO, Hiroshi Abe memerankan Nakamura Aritomo. Dia adalah orang Jepang yang dicurigai sebagai mata-mata, yang kini tinggal di sebuah rumah di atas gunung di daerah bernama Cameron Highlands. Di sini dia mengelola sebuah taman kecil bernama Yugiri yang dibuat dengan nilai-nilai seni taman ala Jepang.

Seorang perempuan bernama Yun Ling (diperankan oleh Angelica Lee Sin Je) datang menemui Nakamura Aritomo demi mewujudkan keinginan adik perempuannya, Yun Hong (diperankan oleh Serene Lim), yang hilang setelah kekalahan Jepang saat perang. Yun Hong yang dulu sempat depresi pernah merasa emosional dalam sebuah kunjungan ke Kyoto dan melihat taman yang indah. Ingin mengenang adiknya Yun Ling pun meminta Nakamuroa Aritomo membangun taman ala Jepang di sebuah lahan di Kuala Lumpur.

Nakamura Aritomo tidak menerima tawaran itu meski dijanjikan bayaran mahal. Alih-alih menerima, dia memberi Yun Ling kesempatan buat bekerja di taman Yugiri yang sedang dikerjakannya. Sehingga dia bisa tahu secara langsung bagaimana cara membangun taman ala Jepang itu untuk kemudian dikerjakan di lahannya sendiri.

Dari situlah kemudian mereka berdua dekat dan jatuh cinta.

The Garden of Evening MistsThe Garden of Evening Mists Foto: dok. HBO Asia

Memerankan Aritomo Nakamura yang adalah orang Jepang mungkin tidak terlalu sulit buat Hiroshi Abe. Namun mendalami sosok seorang ahli taman dan ahli tato terbilang sangat menantang. Dalam wawancara roundtable dengan detikcom belum lama ini, Hiroshi Abe menyebut karakter Aritomo Nakamura yang diperankannya dalam The Garden of Evening Mists adalah sosok yang punya banyak tanggung jawab.

"Dia adalah ahli taman dan seniman tato, dia laki-laki dengan tanggung jawab yang besar," katanya. Terlebih lagi dalam film ini dia benar-benar menampilkan seni taman dan tato dari sudut pandang budaya.

"Aku merasa karakter ini mewakili jiwa orang Jepang dari banyak sisi. Untuk bisa menampilkannya dengan baik, aku belajar banyak tidak hanya soal bagaimana mengelola taman dan berkebun tapi juga seni meracik teh, agar aku bisa benar-benar menjiwai spirit dari orang Jepang itu sendiri. Aku juga jadi tahu bagaimana rasanya benar-benar jadi orang Jepang," kata Hiroshi Abe.

Menampilkan spirit orang Jepang itulah yang dirasa menjadi proses yang cukup melelahkan buatnya. Namun karena ini merupakan karakter baru dalam katalog karakter yang sudah pernah diperankan sebelumnya, dia merasa menikmati proses persiapan tersebut.

"Ini bukan karakter yang bisa aku lakukan dalam setiap proyek, meski melelahkan dalam menampilkan spirit orang Jepang itu, tapi menyenangkan dalam proses persiapannya," lanjut Hiroshi Abe.

Menyaksikan The Garden of Evening Mists tak hanya menguras emosi melihat bagaimana kejamnya para tentara Jepang memperlakukan masyarakat pribumi di era perang. Di sisi lain, film ini juga menampilkan banyak filosofi dari bagaimana sebuah Yugiri bisa terbentuk dengan indah. Banyak istilah-istilah dalam pertamanan tradisional Jepang diajarkan oleh Nakamura Aritomo kepada Yun Ling. Sesuatu yang kemudian makin dimengerti oleh Hiroshi Abe setelah dirinya datang ke set syuting di Malaysia.

"Belajar dengan ahli taman khas Jepang langsung saat di Malaysia membuatku bisa melihat keindahan dari hal-hal kecil, menyatukan hal-hal kecil bisa menciptakan sesuatu yang bernilai seni. Meski aku harus banyak belajar soal ini tapi proyek ini memberikanku pengalaman mengerti budaya Jepang dan aku mengapresiasi hal itu," katanya lagi.

The Garden of Evening Mists sempat ditayangkan di beberapa negara di Asia sebelum pandemi Corona seperti Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Sayangnya sebelum sempat tayang di bioskop Jepang, pandemi merebak dan bioskop tutup. Namun Hiroshi Abe mengaku senang karena akhirnya penonton bisa menyaksikan The Garden of Evening Mists lewat layanan streaming.

"Karena COVID-19, dunia jadi berubah secara dramatis. Tapi aku merasa situasi ini bisa jadi sebuah kesempatan baru. Seperti halnya beberapa tempat di Jepang termasuk Tokyo tidak bisa menayangkan film ini, bisa mendapat kesempatan untuk ditayangkan HBO Asia buat penonton yang tidak bisa pergi ke bioskop adalah hal yang luar biasa. Hal ini adalah sesuatu yang positif yang harus kita apresiasi," ungkap aktor 56 tahun itu.

The Garden of Evening MistsThe Garden of Evening Mists Foto: dok. HBO Asia

The Garden of Evening Mists memang punya banyak elemen dalam ceritanya. Film yang diganjar sembilan nominasi di 56th Golden Horse Awards termasuk Best Film, Best Director, Best Leading Actress, dan menang di kategori Best Makeup and Costume Design tersebut berkisah tentang sejarah Asia secara umum dari sudut pandang seorang perempuan Malaysia-Tiongkok. Dibalut juga dengan budaya Jepang dari seorang ahli tato dan ahli taman. Namun menurut Hiroshi Abe, cerita The Garden of Evening Mists sebenarnya sangat universal. Yaitu tentang cinta.

"Ya memang set film ini di Asia, temanya juga Asia, tapi inti ceritanya adalah cinta. Dan cinta adalah sesuatu yang semua orang di dunia bisa mengerti. Aku percaya lewat representasi cinta dan mengerti soal cinta akan membuat orang-orang akan hidup lebih tenang. Hal itulah yang seharusnya diapresiasi dan dimengerti oleh masyarakat dunia. Semoga dengan menyaksikan film ini, orang-orang bisa terhubung lewat perasaan cinta," tutupnya.

(aay/dar)