Penelitian Sebut Bioskop Tak Berisiko Sebarkan COVID-19, Benarkah?

Devy Octafiani - detikHot
Selasa, 25 Agu 2020 12:42 WIB
Covid-19: China membuka kembali bioskop dalam skala nasional, Jakarta batal buka layar sinema
Bioskop vakum di masa pandemi ./ Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Bioskop di seluruh dunia kini dalam momen vakum imbas pandemi Corona. Bioskop diyakini dapat menjadi salah satu pemicu penyebaran COVID-19.

Sebuah organisasi yang menjadi atap bagi perusahaan bioskop di Jerman punya temuan lain. Mengacu dari hasil studi baru oleh Institut Hermann Rietschel di Universitas Teknik Berlin, bioskop dinilai lebih daripada ruang kantor dalam hal penularan penyakit udara salah satunya COVID-19, dilansir dari Slash Film.

Studi tersebut membandingkan konsentrasi aerosol di dua bioskop dengan ukuran berbeda dengan ruang kantor, dan menemukan bahwa sistem ventilasi yang berbeda membuat bioskop relatif lebih aman. Aerosol merupakan partikel padat bercampur cair yang kerap ada di udara.

Belakangan penularan virus Corona diyakini tak hanya dapat tertular lewat droplet melainkan juga aerosol juga airborne. Partikel aerosol dapat terlihat tetapi seringnya tidak, ia berbentuk seperti debu.

"Selama kunjungan bioskop, orang hanya terpapar sebagian kecil dari jumlah aerosol dibandingkan dengan yang ada di dalam ruang kantor," ungkap Hauptverband Deutscher Filmtheater atau HDF organisasi bagi sejumlah usaha bioskop.

Hal ini mengacu pada aktivitas orang bila memasuki studio bioskop. Umumnya orang tak akan banyak berbicara selama menonton di ruang teater. Berbeda dengan kemungkinan penyebaran virus Corona di aktivitas ruang perkantoran.

Karena temuan ini, HDF bahkan meyakini pengurangan kapasitas teater juga tak bisa disimpulkan benar. Sebab kemungkinan virus Corona dalam aerosol di dalam bioskop rendah.

"Jumlah aerosol yang dihirup di bioskop hanya 0,3% dibandingkan dengan di kantor," ujar bunyi temuan tersebut.

Seorang pakar dan Profesor Asosiasi Kesehatan dan Penyakit Menular UC Davis, Dr. Natasha Tuznik, mengungkapkan hal senada.

Meski begitu keamanan menonton di bioskop makin terjamin bila tiap pengunjung menerapkan antisipasi mandiri.

"Banyak orang terkurung di dalam ruangan, di satu ruangan, untuk waktu yang lama. Penggunaan masker diperlukan, ketimbang gym, bioskop tak memiliki risiko yang berlebihan sebab orang-orang tak bernapas dengan kencang, tak ada keringat atau tempat di mana orang-orang dapat saling berbicara yang memungkinkan penularan virus," ungkap Natasha.



Simak Video "Kata Asosiasi Bioskop soal Film 'Second' yang Diputar Ulang"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/dar)