detikHot

movie

Polisi Amankan Seorang Pria dari Lokasi Pemutaran Film 'Joker'

Minggu, 06 Okt 2019 16:20 WIB Devy Octafiani - detikHot
Foto: detik Foto: detik
Jakarta - 'Joker' bukan hanya sekadar hiburan. Lebih dari itu, film ini membawa dampak sosial sejak dirilis 4 Oktober 2019 di bioskop.

Di Amerika Serikat sendiri situasi menjadi tak ramah saat film itu tayang. Diyakini kekerasan di film itu hanya sekadar cerita direspons sejumlah orang berbeda.

Dilaporkan kepolisian kota New York mengamankan seorang pria dari bioskop yang memutar 'Joker'. Keberadaannya diketahui mengancam orang-orang di sekitarnya.


Salah seorang pengunjung melihat aksi pria tersebut yang kerap berteriak dan bertepuk tangan di tiap adegan Joker melakukan pembunuhan.

"Sekitar setengah jalan ketika adegan Joker mulai membunuh dan bermonolog tentang bagaimana masyarakat itu jahat, dia mulai bertepuk tangan dengan sangat keras dan tanpa henti selama beberapa menit. Orang-orang mulai berteriak agar dia tutup mulut, tetapi dia terus bertepuk tangan dan bersorak seperti orang gila," ujar seorang penonton bernama Nathanael Hood seperti dilansir Associated Press.


Film garapan Todd Phillips ini menyajikan latar belakang seseorang yang menjadi musuh klasik Batman. Dibintangi oleh Joaquin Phoenix, film ini membawa perjalanan seorang pria yang terganggu secara mental dan menjadi seorang pembunuh.

"Akhirnya keamanan datang dan menangkapnya. Dia masih diinterogasi di luar teater ketika kami keluar, "kata Hood.

'Joker' diputar jelang akhir pekan ini. Warner Bros menargetkan film ini meraup pendapatan US$ 92 juta dan memuncaki peringkat box office.


Simak Video "Karya Pelaku Pelecehan Anak Jadi Lagu Tema di Film ''Joker''"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)


Photo Gallery

screenshoot-movie

.
.

screenshoot-movie

.
.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com