detikHot

movie

'Galih & Ratna' Kisah Cinta Remaja Millennial dengan Bumbu Tahun 1979

Selasa, 28 Feb 2017 09:38 WIB Desi Puspasari - detikHot
Foto: Dok. Galih & Ratna Foto: Dok. Galih & Ratna
Jakarta - Sutradara Lucky Kuswandi me-remake 'Gita Cinta dari SMA'. Meski yang ditawarkan berbeda, Lucky tetap membawa penikmat 'Galih & Ratna' untuk bisa bernostalgia.

Selain menampilkan Rano Karno dan Yessy Gusman di awal cerita, dalam beberapa scene, Lucky mengolaborasikan hal-hal yang sebenarnya wajar bila terjadi di tahun 1979 dengan sesuatu yang kekinian. Misalnya saja, saat Galih yang diperankan oleh Refal Hady menyatakan cintanya kepada Ratna ysng diperankan Sheryl Sheinafia dengan menggunakan mixtape.

"Aku grow up dengan zaman kaset. Aku kayak story telling pada zaman mixtape. Aku merasa membuat mixtape itu seni, kaya kita bertutur dan bercerita. Cara menutupnya, itu semua essentials, kayak kaset tuh pertama kali musik di share," ucap Lucky di XXI Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2017) malam.

'Galih & Ratna' Kisah Cinta Remaja Millennial dengan Bumbu Tahun 1979Foto: dok. Galih dan Ratna


Film yang akan tayang di bioskop mulai 9 Maret 2017 itu, menceritakan tentang kehidupan remaja Ratna dan Galih yang bertolak belakang. Ratna siswi dari pindahan dari Jakarta dengan perekonomian yang serba berkecukupan.

Beda dengan Galih yang harus bekerja keras membangkitkan kembali toko kaset milik almarhum ayahnya. Di sisi lain, Galih harus memperhatikan kehidupan ibu dan adiknya.

Lucky mengatakan ada beberapa hal yang memang sengaja dibuat sama untuk bernostalgia dengan 'Gita Cinta dari SMA'.

"Kita silaturahmi ke Pak Rano dan bu Yessy. Aku mau kasih tribute untuk Pak Rano dan Bu Yessy. Kita mau mereka berpisah di stasiun, aku mau banget mereka juga ketemu lagi di stasiun," ucap Lucky.

'Galih & Ratna' Kisah Cinta Remaja Millennial dengan Bumbu Tahun 1979Foto: Dok. Galih & Ratna


Kisah cinta antara Galih dan Ratna pun bersemi di antara segala perbedaan itu. Galih yang ke mana-mana membawa walkman dan kaset, sedangkan Ratna hidup dengan serba digital.

Memberi warna berbeda pada era kekinian, Galih mengungkapkan perasaannya kepada Ratna dengan menggunakan mixtape. Mixtape yang pada masanya menjadi sesuatu yang sangat penting atau bisa disebut sebagai surat cinta.

Manis dan bisa membuat senyum-senyum sendiri, di tengah cerita baru disisipkan konflik-konflik yang membuat hubungan Ratna dan Galih merenggang. Pada akhir cerita, kisah cinta Ratna dan Galih kembali berujung di stasiun.

"Aku mau berbicara ke teman remaja. Aku mau bisa ngobrol dengan mereka jangan seperti Galih. Jangan jadi tragedi, dulu baru bisa jadi maker dan fight. Aku mau kalian seperti Ratna," ujar Lucky.

"Di sini memang sengaja aku switch. Kalau di Gita Cinta dari SMA Ratna yang berjuang, di sini Galih," sambungnya.

Sepanjang film, soundtrack yang disuguhkan juga di remake dengan genre kekinian. Seperti lagu Galih dan Ratna, yang diremake dengan gaya GAC dan banyak lagi lagu lainnya seperti 'Hampir Sempurna' dari Randy Pandugo dan 'Rindu untuk Rindu' yang juga menjadi soundtrack 'Gita Cinta dari SMA'.


(pus/wes)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com