'SYTD2': Perspektif Hanung Soal Islam Sebagai Minoritas di Benua Biru

'SYTD2': Perspektif Hanung Soal Islam Sebagai Minoritas di Benua Biru

Komario Bahar - detikHot
Kamis, 09 Feb 2017 09:27 WIB
SYTD2: Perspektif Hanung Soal Islam Sebagai Minoritas di Benua Biru
Foto: Komario Bahar/ detikHOT
Jakarta - "Ini film romance tapi bukan sekadar saya taruh romantis di kota cantik, bukan itu maksudnya, tetapi adalah bagaimana wajah Islam di Eropa." Hanung Bramantyo berbicara lugas, membuka percakapan dengan detikHOT di sela-sela syuting 'Surga yang (Tak) Dirindukan 2' di Budapest, Hongaria.

Film yang mengangkat simbol Islam dan segala kebaikannya lewat drama ini tayang serentak hari ini, Kamis (9/2). Simak dulu kelebihan film ini dari perspektif seorang Hanung sebagai komando dari kursi sutradar.

Memang, tren syuting film di luar negeri terutama kota yang cantik masih terus nge-hits. Tak dipungkiri bahwa Budapest sendiri adalah kota di Eropa Timur yang punya arsitektur luar biasa indah. Belum lagi lampu yang menyala pada malam hari menjadikan kota itu semakin cantik dan berbeda dari kota di Benua Biru lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 'SYTD2': Perspektif Hanung Soal Islam Sebagai Minoritas di Benua BiruFoto: Komario Bahar


Tapi apa sesungguhnya hubungan di balik pemilihan Eropa Timur ini dengan 'wajah' Islam? Khusus di 'SYTD2' ini, Hanung selaku sutradara merasa bukan visualisasi keindahan lokasi syuting semata yang ia kejar. Drama kelanjutan keluarga Pras (Fedi Nuril) dan Arini (Laudya Cynthia Bella) dalam frame film terbarunya punya tema besar.

"Temanya pengorbanan, karena kalau mau melihat surganya orang Islam ya harus melihat orang lain bahagia, itu sebenarnya yang dikejar," ungkap suami Zaskia Adya Mecca.

Soal pemilihan Budapest, Hanung melanjutkan, "Tadinya juga pengen Paris, Islam phobia di sana juga keras banget di Paris, tapi kita memikirkan unsur keamanan, yang penting Eropa. Saya nggak bicara soal romantisme aja, tapi saya ingin bicara Islam di Eropa karena menurut saya film romance itu nggak harus dihadirkan ke kota yang cantik, esensinya bukan itu," paparnya.

"Memang Budapest belum pernah (jadi tempat syuting film Indonesia), kita bicara Islam di tempat yang tidak kondusif untuk orang Islam. Eropa timur itu dikenal arah komunisnya dan sekarang ada isu problem imigran Suriah segala macamnya, itu menarik," tambah Hanung.

Arini yang diperankan Bella diceritakan menjadi penulis novel dan diundang berdakwah ke Budapest. Sutradara berusia 41 tahun itu mengungkapkan, ada kesinambungan antara panorama kota dan keindahan ajaran Islam yang sesungguhnya. Ketika itu menjadi kombinasi, maka Hanung berpendapat akan menjadikan cerita semakin bisa dinikmati.

Memang Islam tak selalu jadi minoritas di Eropa. Turki adalah negara Eropa terbesar yang penduduknya muslim. "Nah itu, dia ketika pendakwah diundang ke Eropa tapi ke Turki itu biasa karena tempatnya orang Islam. Tidak ada tantangan, dan Arini datang ke Budapest untuk berdakwah melalui novelnya," demikian Hanung.

(kmb/doc)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads