"Film etnografi ini bisa menjadi terobosan tak hanya di dunia film, tetapi juga ke ilmu," ujar Director IEF-Fest, Franki Raden pada konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (12/11/2016).
Festival ini akan melombakan kurang lebih 50 film dan menampilkan 8 screening film. Dalam festival ini, Garin Nugroho (Sutradara), Seno Gumira Aji Darma (Penulis), Glenn Fredly (Produser dan Musisi), Angga Dimas Sasongko (Sutradara), dan lain-lain akan menjadi pembicara dalam festival ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi menonton film etnografi tak harus dengan kening mengkerut. Nagabonar pun bisa jadi etnografi film," ujar Deddy.
Deddy juga mengungkapkan bahwa film etnografi dapat menjadi potensi bagi ekonomi kreatif. "Keragaman Indonesia ini luar biasa, jadi potensinya aja," tuturnya.
Franki pun menambahkan, film etnografi merupakan film yang mengangkat keberagaman suku, budaya, agama, sosial. Sehingga, film seni, drama, ataupun genre di luar iru semua dapat menjadi film etnografi.
Dalam film, tak hanya menampilkan film-film lokal, namun juga memutar film etnografi luar negeri yang berbicara mengenai budaya Indonesia. Tujuannya adalah untuk perbandingan dan proses pembelajaran.
(srs/kmb)











































