Bertemu Artis Efek Spesial Legendaris Dennis Muren di Lucasfilm

Laporan dari San Francisco

Bertemu Artis Efek Spesial Legendaris Dennis Muren di Lucasfilm

- detikHot
Kamis, 30 Apr 2015 18:44 WIB
Bertemu Artis Efek Spesial Legendaris Dennis Muren di Lucasfilm
Kantor Lucasfilm di San Francisco (Adhie Ichsan/detikHOT)
San Francisco -

Dennis Muren adalah legenda Hollywood yang memenangkan delapan Piala Oscar melalui pekerjaannya di bidang efek spesial. detikHOT bersama dengan beberapa media dari Asia berkesempatan tatap muka dengan Dennis saat mengunjungi Lucasfilm di San Francisco pekan lalu usai perhelatan Star Wars Celebration 2015.

Pengaruh Dennis dalam industri film begitu besar. Dia adalah artis efek spesial pertama yang mendapatkan Hollywood Walk of Fame, serta menorehkan karyanya di film-film sukses seperti trilogi 'Star Wars', 'Jurassic Park', hingga 'Indiana Jones.'

Dennis kini menjabat sebagai Creative Director Industrial Light and Magic (ILM), divisi efek spesial dari Lucasfilm yang didirikan George Lucas. Dalam kesempatan singkat selama sekitar 30 menit itu, Dennis memberikan sedikit gambaran bagaimana film pertama Star Wars membuka genre baru di tahun 1977 hingga awal 80-an.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tema film sangat dalam, bukan sekadar fiksi ilmiah," kata Dennis.

Baca Juga: Holocron, Database Khusus Lucasfilm untuk Dunia Star Wars

Rahasia sukses Dennis dan timnya untuk memvisualisasikan ide cemerlang George Lucas, adalah imajinasi. Saat itu, lanjut pria yang kini berusia 68 tahun tersebut, teknologi grafis komputer juga belum ada. Kendala yang dihadapi pun tidak sedikit untuk mewujudkan gambar yang sesuai.

Dennis mencontohkan ketika ia membuat adegan The Battle of Hoth di film 'Star Wars Episode V: Empire Strike Back'. Dalam adegan itu Galactic Empire ingin menghancurkan tempat persembunyian para pemberontak dengan mengirimkan pasukan bersama All Terrain Armored Transport (AT-AT) walker atau Imperial Walker. Latar planet tempat pertarungan itu penuh salju.

Dennis kemudian menampilkan dokumentasi saat ia membuat miniatur yang menjadi latar adegan tersebut, dan mengambil gambarnya dengan cara yang manual. "One shot, one day. Jika ada kesalahan, kita ulang semua dari awal," katanya.

Hal yang hampir serupa juga ia lakukan ketika membuat adegan kejar-kejaran antara Princess Leia dan Luke Skywalker dengan pasukan Empire, Scout troopers yang menggunakan Imperial speeder bike. Dennis dan timnya mencari lokasi hingga ke hutan di Northern California untuk menyuguhkan salah satu adegan penting di 'Star Wars Episode VI: Return of the Jedi'. Adegan itu sendiri memiliki 100 efek shot.

Baca Juga: 'Star Wars', Lebih dari Sekadar Film Fiksi Ilmiah

"Teknologi itu berganti tahun 1990-an ketika ada komputer grafis," katanya.

Industrial Light and Magic saat ini menjadi salah satu perusahaan efek spesial yang berpengaruh dan paling produktif. Banyak pengerjaan animasi dan efek spesial film 'Pacific Rim' hingga 'The Avengers' dikerjakan di sana.

"Semua orang yang bekerja di sini memiliki imajinasi dan teknologi," katanya.



Saat ditemui di tempat yang sama, General Manager Lucasfilm, Lynwen Brennan mengatakan bahwa di ILM selalu berpikir langkah selanjutnya dalam melahirkan ide, kreasi serta teknologi baru yang bisa diaplikasikan ke industri.

"ILM memiliki 24 jam produksi dengan basis yang tersebar di beberapa negara. ILM bekerja dengan teknologi masa kini, dan juga investasi untuk pengembangan teknologi hingga investasi pada sutradara (berbakat)," kata Lynwen.

FOTO: Berburu Pernak-pernik dan Masuk Dunia Star Wars



Saat ini Lucasfilm memiliki banyak proyek yang sedang dikembangkan, dan 'Star Wars Episode VII: The Force Awakens' yang akan dirilis pada 18 Desember mendatang. Film pertama dari trilogi ketiga 'Star Wars' ini dipastikan memberikan visualisasi yang lebih keren dengan efek spesial lebih canggih dari film sebelumnya. Sementara dari segi cerita, banyak sisi emosional yang dikulik.

"Force Awakens bisa dinikmati untuk orang yang belum terlalu tahu dunia Star Wars," kata VP Development Lucasfilm, Kiri Hart.

(ich/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads