"Saya minta maaf, tahun lalu 'Inerie' belum bisa diputar. Nah, kebetulan saya hadir di Berlinale tahun ini, jadi saya sekalian saja saya penuhi janji memutarnya," ungkap Lola lewat pesan singkatnya kepada wartawan, Sabtu (21/2/2015).
Baca juga: Emma Watson dan Pangeran Harry Pacaran?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sangat peduli dengan tingginya angka kematian ibu dan anak di Indonesia. Makanya semua mahasiswa dan dosen diwajibkan nonton film ini," akunya.
Baca juga: Jadi Puteri Indonesia 2015, Kado Ultah Spesial untuk Anindya Putri
Lebih lanjut, sutradara film 'Negeri Tanpa Telinga' itu juga mengungkapkan kebahagiaannya usai sukses memutar 'Inerie' di Jerman. Ia juga merasa sangat bangga karena film garapannya kali ini bisa dijadikan kajian untuk pendidikan bagi negara lain.
"Film kan bukan hanya tontonan, banggalah bisa ajak mereka bantu ibu-ibu yang terancam hidupnya karena melahirkan," tuntasnya.
'Inerie' mengisahkan mengenai saudara kembar bernama Bello dan Bella yang kehilangan ibunya karena meninggal dunia usai melahirkan mereka. Bello pun merasa prihatin dengan banyaknya kasus serupa di desanya.
Ia akhirnya berusaha untuk memberikan pengertian akan pentingnya penanganan medis melalui Puskesmas atau rumah sakit. Tak mudah memang bagi Bello, tapi ia berusaha agar kematian akibat persalinan tidak ada lagi di desanya.
(dar/fk)











































