Sutradara Kawakan Italia Francesco Rosi Meninggal Dunia

Sutradara Kawakan Italia Francesco Rosi Meninggal Dunia

- detikHot
Selasa, 13 Jan 2015 11:19 WIB
Sutradara Kawakan Italia Francesco Rosi Meninggal Dunia
Francesco Rosi di lokasi syuting 'Salvatore Giuliano' tahun 1962
Jakarta - Kabar duka menyelimuti industri perfilman dunia. Sutradara kenamaan dari Italia, Francesco Rosi, baru saja meninggal dunia.

Dilansir oleh Digital Spy, Selasa (13/1/2015), Francesco Rosi meninggal dunia di usia 92 tahun. Sampai saat ini belum ada keterangan pasti apa penyebab kepergian salah satu sutrdara paling berpenaguh di dunia era 1950-an itu.

Rosi adalah sineas kelahiran tahun 1922 yang dikenal dengan gaya neorealis. Kerap kali, isu mafia, politik dan masa setelah peperangan menjadi tema utama film yang diciptakannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tercatat setidaknya ada 38 judul film yang pernah disutradarai Rosi sejak tahun 1952 sampai 1997. Selain itu, ada juga empat judul film dimana sutradara 'Salvatore Giuliano' itu menjadi penulis naskahnya.

Beberapa judul film Rosi yang terkenal adalah 'The Mattei Affair', 'The Magliari', 'Hand Over the City', 'Carmen' dan 'The Truce'.

Tidak hanya layar perak, tapi panggung teater juga tak luput dari ide-ide berani Rosi. Empat judul pementasan berhasil dibidaninya pada tahun 1963 sampai dengan 2008 lalu.

Sebagai sutradara, Francesco Rosi berulang kali meraih penghargaan tertinggi di berbagai festival film. Sebut saja Golden Palm (Palme d'Or) dari Cannes Film Festival untuk filmnya 'The Mattei Affair'. Bahkan yang terbaru, Rosi meraih Golden Lion for Lifetime Achievement di Venice Film Festival tahun 2012.

Berlin Film Festival juga pernah mengganjarnya dengan Silver Bear for Best Director untuk filmnya yang berjudul 'Salvatore Giuliano' Ditambah segambreng penghargaan bergengsi lainnya.

Sutradara peraih Piala Oscar dari Italia, Paolo Sorrentino, mengucapakan bela sungkawa atas kepergian sahabat sekaligus gurunya itu.

"Ada banyak sutradara, tapi sedikit dan sangat jarang yang benar-benar bisa merekonstruksi dunia, serta menemukan metode baru. Rosi adalah satu di antar yang sedikit itu," ujar Paolo.

Arrivederci, Rosi.

(mif/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads