'Dunia akan penuh dengan ketakutan. Ingat dengan kejadian 11 September 2001. Kami sarankan Anda untuk menjaga diri jauh dari tempat itu. (Jika rumah Anda di dekatnya, Anda akan lebih baik pergi.) Apa pun yang datang dalam beberapa hari mendatang dikarenakan keserakahan Sony Pictures Entertainment," demikian potongan surat ancaman tersebut seperti dilansir Aceshowbiz, Kamis (18/12).
The Department of Homeland Security di AS mengatakan sedang mempelajari ancaman tersebut. Namun sejauh ini mereka tak menemukan alasan kredibel yang menimbulkan indikasi adanya penyerangan ke bioskop Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai pol dalam film, perwakilan Korut sudah menyampaikan keberatan dan meminta agar 'The Interview' tidak ditayangkan. Bahkan Korut juga melayangkan ancaman kepada AS jika tak mengindahkan somasi mereka. Beberapa sumber resmi di AS mensinyalir serangan kepada Sony berasal dari Korut, namun pihak Korut membantah aksi peretasan tersebut.
"Negara saya secara terbuka menyatakan bahwa akan tetap mengikuti norma-norma internasional yang melarang aksi peretasan dan pembajakan," ujar diplomat Korut yang enggan disebutkan namanya, seperti dilansir Reuters.
"The Interview' awalnya akan tayang di bioskop AS pada 10 Oktober lalu, namun perilisan film tersebut diundur. Awalnya Sunshine Cinema di AS akan menayangkan film tersebut Kamis (18/12) waktu setempat. Carmike Cinemas yang memiliki 278 bioskop dan 2.917 layar di 41 negara bagian AS, juga tak ingin mengambil risiko dan membatalkan penayangan 'The Interview'.
(ich/ron)











































