Momen Icha Yang Sukses Meriahkan Malam Cap Go Meh 2026

Momen Icha Yang Sukses Meriahkan Malam Cap Go Meh 2026

Pingkan Anggraini - detikHot
Kamis, 12 Mar 2026 09:21 WIB
Perayaan Cap Gomeh 2026 di Hotel Borobudur meriah dengan penampilan Icha Yang. Konsep penuh lagu Mandarin menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.
Foto: Dokumentasi Icha Yang
Jakarta -

Perayaan Cap Gomeh Celebration 2026 dengan tema Discover Timeless Harmony di Hotel Borobudur, Jakarta berlangsung meriah. Penyanyi Icha Yang menjadi salah satu penampil yang sukses meramaikan acara itu.

Dalam keterangan pers, Rabu (11/3/2026), penampilan ini menjadi kali kedua Icha Yang tampil di hotel bersejarah itu. Namun dibandingkan tahun sebelumnya, energi yang tercipta terasa jauh lebih eksplosif.

Sejak nada pembuka dimainkan, para tamu langsung larut dalam suasana. Ballroom tak sekadar menjadi ruang pertunjukan, melainkan berubah menjadi panggung kebersamaan para undangan bernyanyi, bergoyang, dan menyatu dalam irama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini konsepnya memang berbeda," ujar Icha seusai konser.

ADVERTISEMENT

Jika sebelumnya ia membawakan repertoar lintas genre dan bahasa, kali ini seluruh setlist dirancang khusus dengan dominasi lagu-lagu Mandarin. Konsep tersebut selaras dengan momentum Cap Go Meh sebagai puncak Perayaan Imlek.

Deretan lagu energik seperti Lai Lai Guo Xin Nian, He Xin Nian, hingga Wo Zhi Zai Hu Ni sukses memancing euforia.

Tak berhenti di situ, Icha juga menghadirkan lagu-lagu populer Mandarin lainnya seperti Yan Wu, Lan Da Tou De Yue, Wo Xiang Ni La, Ting Hai, Xi Huan Ni, Hai Guo Tian Kong, Peng You dan Xiao Wei.

Beberapa di antaranya bahkan berubah menjadi koor massal, menghadirkan suasana hangat bak reuni keluarga besar. Menariknya, tidak ada satu pun lagu berbahasa Indonesia yang dibawakan malam itu.

Keputusan tersebut sepenuhnya mengikuti konsep acara yang memang dirancang full Mandarin.

"Karena ini momen Imlek dan Cap Go Meh, jadi memang nuansanya total Mandarin. Kalau acaranya berbeda, tentu bisa saja saya bawakan lagu Indonesia," jelasnya.

Meski seluruh lagu menggunakan bahasa Mandarin, respons audiens tetap luar biasa lintas etnis dan generasi. Bagi Icha, musik adalah bahasa universal. Ia melihat keterbukaan masyarakat Indonesia terhadap budaya Tionghoa, termasuk melalui musik, semakin terasa kuat dari tahun ke tahun.

Kemampuannya melafalkan lirik Mandarin dengan fasih juga menjadi sorotan. Icha mengaku mempelajari bahasa tersebut secara otodidak, termasuk saat pernah menetap selama sebulan di Tiongkok.

Lebih lanjut soal perayaan Cap Gomeh Celebration 2026 ini menegaskan Imlek kini bukan lagi sekadar perayaan komunitas tertentu, melainkan bagian dari mozaik kebudayaan Indonesia yang dirayakan bersama. Dan di antara gemerlap lampion yang perlahan dipadamkan, suara Icha Yang menjadi gema paling membekas membawa harmoni, sukacita, dan semangat persaudaraan yang melampaui batas bahasa, tutur Icha yang sangat gembira dan penuh rasa semringah.




(pig/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads