Sutradara kawakan Joko Anwar merupakan satu dari sekian banyak sutradara sekaligus penikmat film bergenre menegangkan tersebut. Baginya, sudah tentu film horor begitu diminati di Indonesia.
"Karena Indonesia dekat dengan hal-hal berbau mistis. Kalau di negara lain, masa lalu mereka dekat dengan inovasi, penemuan, peperangan. Tapi Indonesia dekat dengan mistis, termasuk sejarah kenegaraan Indonesia. Perjuangan melawan Belanda itu diwarnai mistis yang turun-temurun sampai hari ini," tutur sutradara 'Janji Joni' itu saat ditemui di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sutradara film 'Kala' itu, dari sekian banyak tipe dari genre horor(slasher, psycho, thriller), penikmat film Indonesia lebih suka tipe 'ghost stories'. Yaitu, film yang menceritakan sosok makhluk gaib tertentu.
"Di Indonesia, saya rasa penonton lebih suka 'ghost stories'. Beberapa orang yang bikin 'slasher', 'psycho' nggak dapat penonton. Ada tiga besar film bertipe 'ghost stories' menurut saya, 'Hantu', 'Ada Pocong 2' dan 'Jelangkung'," tutup Joko Anwar.
(hap/mmu)











































