"La Tahzan artinya jangan bersedih, lebih ke semangat hidup survival dari kehidupan di Jepang yang menghimpit mereka. Kita ambil sudut pandang cinta karena cinta itu universal, dan lebih asyik cara penyampaiannya," ucap Danieal kepada detikHOT.
Film tersebut menampilkan Ario Bayu, Joe Taslim, dan Atiqah Hasiholan dalam drama cinta segitiga dan perjuangan hidup di Negeri Sakura. Secara garis besar, La Tahzan berkisah tentang Viona yang menyusul kekasihnya Hasan (Ario Bayu) ke Jepang setelah putus kontak sekian lama. Si perempuan membawa pesan penting dari ibu sang kekasih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring waktu berjalan, benih-benih cinta tumbuh antara Viona dan Yamada. Sementara itu, Hasan yang terpaksa menjadi TKI di Jepang untuk melunasi utang, tiba-tiba muncul.
'La Tahzan' disutradarai Danial Rifki dengan skenario yang ditulis Jujur Prananto. Film ini mengambil lokasi syuting di beberapa kota di Jepang, seperti Osaka, Kyoto, Kobe dan Wakayama. Namun Danial tak sekadar ingin menyuguhkan cerita drama dan indahnya pemandangan Negeri Sakura saja.
"Porsi 80 persen di Jepang, sekitar 12 hari syuting," terang penerima Piala CItra untuk kategori Penulis Naskah Asli Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) lewat film 'Tanah Surga...Katanya' itu.
Proyek film ini berawal ketika Danial sedang berada di Jepang untuk festival film pendek. Ia kemudian banyak bertemu mahasiswa Indonesia dan TKI. Mereka bercerita tentang kehidupan di sana, dan menuliskannya dalam kisah berjudul "Pelajar Setengah TKI" yang dimuat dalam buku "La Tahzan For Students".
Danial tertarik untuk riset lebih jauh. Ia kemudian menggandeng Falcon Pictures untuk mengadaptasi cerita tersebut ke layar lebar. "Dari cerita itu kita jadikan tokoh Hasan TKI, Viona dan Yamada," ucapnya.
'La Tahzan' akan tayang di bioskop pada 2 Agustus mendatang.
(ich/ich)











































