Wardatina Mawa mengungkap perkembangan terbaru proses perceraian dengan suaminya, Insanul Fahmi. Hari ini, sidang perceraian mereka kembali digelar di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Sumatera Utara, dengan agenda pemeriksaan saksi.
Namun, Wardatina tidak bisa menghadiri persidangan tersebut secara langsung lantaran berada di Jakarta. Kehadirannya diwakilkan oleh dua kakaknya yang berdomisili di Medan.
"Hari ini pemeriksaan saksi. Hari ini di Medan. Jadi hari ini diwakilkan sama kakak-kakak aku yang di Medan," kata Wardatina Mawa saat ditemui di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mawa menjelaskan dua kakaknya hadir dalam sidang sebagai saksi terkait gugatan cerainya terhadap Insanul Fahmi.
"Jadi aku kan nggak bisa hadir, diwakilkan sama dua kakak aku yang di Medan. Pemeriksaan saksi perceraian," ujarnya.
Wardatina mengaku ingin perkara tersebut segera selesai agar dirinya bisa lebih tenang. "Pengin cepat dong. He-eh, biar lebih tenang aja," tutur ibu satu anak itu.
Dalam kesempatan yang sama, Mawa menanggapi pertanyaan terkait penolakannya terhadap upaya penyelesaian damai melalui restorative justice yang sebelumnya diajukan oleh pihak Inara Rusli dan Insanul Fahmi di Polda Metro Jaya. Meski demikian, ia memilih untuk tidak membeberkan alasan secara rinci dan menyerahkan proses tersebut kepada pihak berwenang.
"Aku nggak bisa jelasin detail ya, komentar yang itu karena itu sudahlah, aku nggak mau komen-komen ke arah situ dulu. Jadi ya udah, aku serahkan aja ke pihak yang berwenang ya. Mohon doanya aja semoga hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan, adil, dan bisa dapetin ketenangan untuk semua belah pihak," ungkapnya.
Wardatina Mawa tegas menjawab dirinya ingin cerai dan berpisah dari Insanul Fahmi. Dia memegang prinsip yang sejak awal dipegang.
"Bulat dong. Aku kan udah berprinsip ya. Jadi kalau aku udah berprinsip, pegangan aku tuh emang apa yang aku katakan tuh emang dari awal sampai sekarang tuh emang sesuai. Jadi aku... yah, sesuai fakta, gitu," tegasnya.
(fbr/pus)











































