Tiga eks awak Peterpan itu adalah Reza (drum), Andhika (Keyboard) dan Indra (bass). Mereka akan bermain di film 'The Producer' yang akan dibuat di bawah Label Nagaswara pada Februari 2011 mendatang.
Film tersebut berkisah tentang perjalanan Reza, Andhika dan Indra dalam membangun sebuah band. Mereka menjadi seorang produser dari band baru bernama Jiran, Orange, dan Saia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah sampai di mana proses produksi film tersebut?
Andhika: Belum masuk proses syuting, mulai minggu depan baru syuting. Maret 2011 akan launching. Ide Pak Rahayu (Bos Nagaswara) suatu ide yang unik. Di Indonesia belum ada yang bahas satu band itu sampai di sebuah perusahaan musik. Dalam film ini, film akan menampilkan Jiran, Orange dan Saia. Keunikannya banyak sekali, hal-hal yang penonton belum pernah tahu ,sebuah band bisa sampai ke meja perusahaan musik. Porsi sesuai kebutuhan cerita, kita mengangkat bagaimana keunikan masing-masing band. Produser dan anak-anak musik.
Tujuannya dari film ini?
Rahayu: Masyarakat agar tahu suka duka seorang produser dan sebuah band.
Peran yang akan dimainkan seperti apa?
Andhika: Aku tetep jadi seorang Andhika, bedanya orang bisa tahu bagaimana kerja seorang Indra dan Reza di belakang layar. Biasanya mereka lihat band di atas panggung dan mereka lihat bagus keren. Padahal di balik itu perjuangannya berat.
Awal pertama kali kecetus idenya bagaimana?
Andhika: Kita nggak kepikiran bikin film, secara nggak sengaja ketika menawarkan ke Nagaswara. Reza pun menawarkan, ngobrol-ngobrol kayaknya lucu kita bikin The Producer. Kita gabunguin aja deh manajemennya. Bagaimana tiga band ini bisa dikenal.
Ketika ketemu Rahayu, kenapa kita nggak bikin film. Karena orang nggak tahu perjuangan orang meraih perusahaan musik agar orang menghargai perjuangan sebuah band, langkah-langkahnya sampai ke label rekaman.
Apakah sulit membuat ide awal film ini?
Reza: Nggak sih. Mungkin nanti di lapangan, membaca skrip. Itu kendalanya, tapi nggak fatal. Kita main sebagai diri kita masing-masing. Di sini nggak ada tokoh fiktif. Semua jadi diri sendiri.
Andika:
Orang tahu kerja besar sebuah band. Mungkin banyak citra negatif, mereka nggak tahu kisah di belakang band. Mungkin menjual emas ibunya dan lain-lain. Perjuangan bikin band itu nggak gampang.
Jenis filmnya apa?
Andhika: Drama reality, kita berperan diri kita sendiri. Setiap band ada sisi yang diambil. Ada yang jual barang, untuk film ini.
Apakah teman Peterpan lain mendukung?
Reza: Semua mendukung.
Bagaimana dengan Ariel?
Lagi selesaikan kasusnya, dia tahu pasti tanpa saya cerita.
Bagaimana hubungan dengan mantan Peterpan lain?
Andhika: Sebenernya 6 bulan setelah pecah kita langsung baik-baik. Sayangnya nggak ada yang liput jadi kesannya berantem. Padahal hubungan kita baik-baik aja.
(ebi/ich)











































