"Di situ banyak sentilan-sentilan yang nyentil gue banget. Ahmad Dahlan umur 15 tahun belajar di Mekkah, terus umur 20 dia udah jadi ustad. Pertanyaannya, umur segitu gue ngapain coba? Seinget gue, dulu gue masih nabrakin mobil bokap gue sampai hancur," ujar Lukman saat ditemui di Pisa Cafe, Mahakam, Jakarta Selatan, Selasa (21/9/2010) malam.
Ayah dari Akiva Dishan Ranu Sardi itu mengaku banyak belajar dari sosok Ahmad Dahlan. Ia beranggapan kalau Ahmad Dahlan merupakan orang yang komitmen dengan sikapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
peran tersebut melekat di dirinya. Ia tidak ingin hanya mempelajari sosok Ahmad Dahlan dari buku.
"Agak susah risetnya, kalau cuma berpatokan sama referensi dari buku akan mentok. Gue belajar dari gaya bahasanya juga, dari muridnya yang namanya Sudja," jelasnya.
Lukman merasa senang film 'Sang pencerah' banyak mendapat sambutan positif dari penikmat film Indonesia. Namun ia mengaku belum puas dan masih ingin berkarya lebih baik lagi di film-film berikutnya.
(ich/eny)










































