'Ruma Maida' berkisah tentang Maida (Atiqah Hasiholan) seorang perempuan idealis yang peduli pada nasib anak jalanan. Ia pun mengelola sekolah khusus bagi anak-anak itu. Untuk meminimalisir dana, Maida menggunakan bangunan tua sebagai sekolahnya.
Dengan kreatifnya, Maida bisa mengubah bangunan itu seperti istana dalam cerita Putri Salju. Perlengkapan sekolah sederhana, ia buat dari barang-barang yang ditinggalkan pemiliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah perjuangannya, Maida menemukan kisah lain di bangunan tua itu. Bangunan itu ternyata menyimpan misteri kisah cinta sepasang sejoli di era sebelum kemerdekaan. Tapi tenang saja, meski ada embel-embel misteri, 'Ruma Maida' bukan film horor.
'Ruma Maida' digarap oleh sutradara Teddy Soeriaatmadja dan ditulis naskahnya oleh novelis Ayu Utami. Selain Atiqah Hasiholan, film itu juga dibintangi Yama Carlos, Davina dan Wulan Guritno.
Lewat film tersebut, Teddy ingin mengajak para penontonnya untuk sedikit memaknai perjuangan. Ia pun menampilkan dua sisi perjuangan perjuangan. Maida berjuang untuk mencerdaskan anak jalanan di masa kini, dan dua sejoli yang memperjuangkan nilai-nilai bangsa di zaman penjajahan.
(hkm/hkm)











































