Main Stage

Elephant Kind Cerita soal Modern Romance Dreaming, dari Buku Jadi Lagu

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Kamis, 24 Jun 2021 08:25 WIB
Elephant Kind_Profil_Main Stage Detikcom
Elephant Kind. Foto: Rafida Fauzia
Jakarta -

Elephant Kind belum lama ini merilis single bertajuk Modern Romance Dreaming (Lonely). Lagu itu menjadi potret romansa cinta di masa pandemi dari sudut pandang band beranggotakan Bam Mastro (vokal, gitar), Bayu Adisapoetra (drum), dan Kevin Septanto (bas) itu.

Bam Mastro menulis liriknya terinspirasi dari apa yang dibacanya dalam buku karya Aziz Ansari yang berjudul Modern Romance. Buku itu bercerita tentang lika-liku berkencan di tengah modernisasi dan kemajuan teknologi. Namun, Bam menyesuaikan dengan segala perubahan yang terjadi selama masa pandemi virus Corona berlangsung.

"Gue memang pengin menyatukan antara buku sama lagu gitu dan ini Modern Romance adalah kemarin 2019 dan sebelumnya dan sekarang yang kita alamin adalah Modern Romance Dreaming," kata Bam dalam wawancara dengan detikcom, baru-baru ini.

"Modern romance ini kan ngomongin soal dating, dating apps, ngomongin ketemu orang jaman sekarang dan ternyata jaman dulu tuh orang paling nikahin neighbour atau kuliah terus ketemu orang, sekarang lo bisa ketemu orang yang jaraknya ribuan kilometer dari tempat lo dan ternyata lo bisa connect sama orang ini. (Karena pandemi) opportunity itu udah hampir hilang lagi untuk ketemu, gue pun nulis lagu gimana gue ngebayangin pain-nya mereka," urai Bam lebih dalam.

Secara musik, penggarapan Modern Romance Dreaming (Lonely) juga menggunakan pendekatan yang berbeda. Kevin Septanto menjadi sosok yang mengawali terciptanya lagu tersebut.

Kevin bercerita bahwa dasar musik dari lagu itu tercipta saat ia sedang berada di rumahnya dan menggarap lagu melalui komputer.

Elephant Kind_Main Stage DetikcomElephant Kin di Main Stage detikcom. Foto: Rafida Fauzia

"Itu gue lagi di rumah, biasanya gue sering banget bikin draft lagu, di rumah, di komputer, bikin-bikin, menurut gue bisa ada satu yang bisa masuk di album ketiganya Elephant Kind," cerita Kevin.

Ia pun lalu memberikan materi cikal bakal lagu yang ditemukannya pada Bam dan Bayu. Rupanya ide lagu tersebut disambut hangat oleh kedua personel Elephant Kind lainnya.

Lagu tersebut kemudian disempurnakan bertiga saat mereka tengah melakukan karantina di sebuah vila yang dikhususkan untuk meramu materi baru dalam album.

"Gue kirim ke anak-anak di grup, 'Coba denger ini bisa nggak masuk ke album kita yang baru', mereka denger, terus 'Oh ini kayaknya bisa, potential lah untuk masuk dalam album'. Habis itu gue lempar ke Bams. Dimasak lagi pas kita masuk ke karantina itu, jadi lah lagunya kayak sekarang," kisah Kevin.

"Kalau dari gue, gue cuman composing doang, gue bikin synth-nya, gue bikin drumnya, masuk ke Bams, drumnya diganti. Yaudah lah berlangsung, abis itu kami rekaman all the track, habis itu jadilah lagunya sampe jadi video klipnya juga," sambungnya.

Dalam mengeluarkan video klip Modern Romance Dreaming (Lonely), Elephant Kind bekerja sama dengan Museum MACAN. Mereka juga menggaet seniman visual Kevin Varian (Cuts) dan Azeten untuk menggarap ilustrasi dan motion dalam videonya dan Bonita Rachel sebagai sutradaranya.



Simak Video "Elephant Kind Bercerita tentang Rasa Sunyi di Lagu Modern Romance Dreaming (Lonely)"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/aay)