Main Stage

Kotak Buka Makna Kerabat Kota Bagi Mereka

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 23 Agu 2020 18:20 WIB
Tantri dan Chua Kotak
Foto: Dikhy Sastra
Jakarta -

Selain musiknya, ada hal lain yang menarik untuk dibicarakan ketika menilik sebuah band, salah satunya adalah fenomena penggemar.

Topik tersebut selalu menjadi bahasan yang menarik, bagaimana sekelompok penggemar militan rela datang dari jauh hanya untuk menyaksikan aksi panggung musisi kesayangan mereka atau menunggu sekian lama hanya untuk bertemu sekilas dengan idolanya.

Kotak adalah salah satu band yang memiliki penggemar loyal dalam jumlah yang terbilang besar. Para penggemar Kotak menamai diri mereka Kerabat Kotak.

Selayaknya kerabat, diakui Tantri para penggemar Kotak memiliki arti tersendiri karena mereka selalu menjadi garda depan untuk mendukung karier band beranggotakan Tantri (vokal), Chua (bass) dan Cella (gitar) itu.

"Kalau penggemar kan supporter pertama ya, mau idolanya kenapa-napa mereka yang pasti nunjuk taring lebih dulu," ungkap Tantri dalam wawancara dengan detikcom, baru-baru ini.

Bagi Tantri, arti Kerabat Kotak lebih dari sekadar penggemar belaka. "Kerabat Kotak sudah jadi bagian dalam hidup kami juga," kata dia.

Tantri menyebut, para penggemarnya turut menjadi alasan bagi Kotak untuk tetap bermusik bersama hingga kini.

"Kami sampai detik merasa harus mempertahankan Kotak salah satunya karena sampai ada yang cerita ternyata lagu Kotak ini membuat kehidupan mereka jadi lebih baik. Berarti kami tuh nggak salah dengan musik," ujarnya.

"Kami bisa mengubah cara hidup orang, ke yang lebih baik ya, itu berarti kan memang satu anugerah tersendiri," sambung dia.

Kisah dari Kerabat Kotak yang paling membekas bagi Chua adalah ketika seorang penggemarnya pernah menghampiri ia dan rekan satu bandnya untuk mengucapkan terima kasih karena telah memberikannya semangat hidup yang sempat hilang.

"Ada yang tadinya nggak mau melanjutkan hidup, gara-gara dengerin lagu kami jadi semangat lagi," cerita Chua.

Serupa dengan Tantri, dia mengaku pernah begitu terharu karena lagu Tendangan dari Langit berhasil menginspirasi salah seorang anak difabel hingga menjadi percaya diri.

"Jadi ada penggemar kami yang difabel, dia merasa terkucilkan, tapi karena dengerin lagu Tendangan dari Langit, dia jadi atlet difabel sekarang. Jadi dia memang akhirnya percaya diri," tutur Tantri.

Dalam Main Stage edisi kali ini, Kotak berbagi banyak hal, mulai dari proyek musik anyar hingga kenangan mengenai kebersamaan Kotak selama 16 tahun bermusik.

Dengarkan cerita Kotak di Podcast Main Stage yang dapat kamu akses melalui Spotify di sini:

(srs/aay)