Melodi-melodi Simpel di Album Empathy D.O EXO

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Senin, 26 Jul 2021 21:04 WIB
D.O EXO
(Foto: dok. SM Entertainment) Album Empathy D.O ini adalah sebuah album yang hadir untuk memberikan kehangatan, sedikit ketenangan, dan semangat meski lagu-lagunya tidak menggebu-gebu.
Jakarta -

Butuh waktu dan kesabaran selama kurang lebih 9 tahun sebelum akhirnya EXO-L mendapatkan sebuah album solo dari D.O. Salah satu vokalis utama EXO itu merilis album mini berjudul Empathy pada Senin (26/7/2021). Sebuah sajian yang dinanti-nantikan di hari Senin yang seringkali jadi momok mengerikan buat banyak orang.

Kalau seharian ini kamu hectic banget dengan pekerjaan yang seperti tidak ada habisnya, waktu rehat kamu akan sempurna dengan mendengarkan delapan lagu solo D.O di album Empathy. Jumlah lagu yang secara mengejutkan cukup banyak juga untuk ukuran album mini, meski dua di antaranya dihitung sebagai bonus track karena merupakan versi bahasa lain dari lagu yang lain di album yang sama.

Album Empathy D.O ini adalah sebuah album yang hadir untuk memberikan kehangatan, sedikit ketenangan, dan semangat meski lagu-lagunya tidak menggebu-gebu. Musiknya pun dibuat sesimpel mungkin tanpa instrumen yang terlalu grande atau efek-efek suara elektronik yang berlebihan. Lagu-lagu di album ini terasa familier buat pendengar lagu-lagu ala Jason Mraz.

[Gambas:Youtube]

Album Empathy dibuka dengan track Rose yang menjadi lagu andalan dari album ini. Terdengar seperti lagu-lagu yang dirilis di musim semi atau lagu-lagu yang dinyanyikan saat nongkrong di pinggir pantai sambil mengelilingi api unggun, lagu ini didominasi oleh suara genjrengan gitar. Suara di latar belakang bersuara "ya ya ya ya" persis seperti orang-orang di sekitar api unggun ikut bergembira saat salah satu dari temannya tampil main gitar.

Rose dirilis dalam dua versi. Lagu andalannya dibawakan dalam bahasa Korea, sementara bonus track-nya dinyanyikan dalam bahasa Inggris. Meski musik dan lagunya sama, tapi jiwa lagunya terasa sangat berbeda ketika bahasanya berubah. Lirik lagu Rose ditulis juga oleh D.O, sementara musiknya digubah oleh Axel Ehnstrom, Benjamin Ingrosso, dan Emanuel Abrahamsson dalam nuansa folk yang ceria.

Kolaborasi D.O dan Wonstein di I'm Gonna Love You menampilkan lagu dengan durasi singkat yang membuat pendengar menginginkan lebih. Dilanjutkan dengan My Love di track-3 yang jadi pembuka ke lagu-lagu slow lain dalam album ini. D.O banyak bernyanyi dengan falsetto di track yang memadukan akustik dan suara elektronik ini.

Jae DAY6 dengan alias eaJ berkontribusi dalam komposisi lagu di track 3 album Empathy D.O EXO. Bersama dengan 220, Andreas Ringblom, dan Hwang Yu Bin, dia menulis lagu berjudul My Love yang juga masih bertempo pelan ala musik-musik kalem di kedai kopi. Track yang paling mencuri perhatian lainnya dalam album ini adalah It's Love di track 4.

Sebuah lagu bernuansa balada dengan sentuhan latin yang rasanya akan sangat cocok bila dinyanyikan dalam bahasa Spanyol. Dan benar saja, ketika mendengarkan lagu ini sampai akhir, fans disuguhkan oleh lagu berjudul Si Fueras Mia yang merupakan versi bahasa Spanyol dari It's Love. EXO-L bisa sekalian mengenang saat-saat EXO tampil di panggung dan meng-cover lagu berbahasa Spanyol beberapa tahun lalu sambil mendengarkan lagu ini.

Track 5 dipersembahkan D.O untuk para ayah di luar sana yang bisa jadi bingung dengan anak-anak mereka yang fanatik banget pada K-Pop. Meski tentu saja liriknya bukan tentang itu dan lebih dalam dari sekadar rasa sayang anak kepada seorang Ayah. Lirik dari lagu ini menyatakan perasaan untuk seorang ayah dan keinginan untuk tetap bersama setelah beranjak dewasa.

Di track 6, D.O menjajal genre musik bernuansa jazz dan R&B lewat lagu yang liriknya ditulis juga oleh D.O yaitu I'm Fine. Satu lagi lagu di album solo pertama D.O yang didominasi suara gitar.

Lewat album D.O Empathy ini, EXO sekali lagi membuktikan pesona berbeda lewat proyek solo dan sub-unit mereka. Setiap album debut solo/sub-unit member menghadirkan warna musik yang tidak hanya bervariasi tetapi juga mengekpslor kemampuan vokal mereka ke tingkat yang paling maksimal. Variasi ini memberikan pilihan buat fans atau pendengar K-Pop pada umumnya untuk bebas menentukan lebih suka gaya dan aliran musik member yang mana.

(aay/mau)