BTS Jadi Korban Rasisme, Lauv hingga Halsey Angkat Suara

Delia Arnindita Larasati - detikHot
Sabtu, 27 Feb 2021 15:53 WIB
BTS
BTS jadi korban rasisme salah satu penyiar radio. Foto: (dok. Twitter/BTS)
Jakarta -

ARMY belum lama ini dibuat murka setelah mendengar komentar rasisme dari DJ Matthias Matuschik dalam siaran radionya terkait BTS. Komentar bernada rasis tersebut disampaikan usai BTS menyanyikan cover lagu Fix You milik Coldplay di MTV Unplugged.

Dalam komentarnya, Matthias menyebut cover yang dinyanyikan oleh BTS merupakan sebuah penghinaan. Ia juga membandingkan RM Cs dengan virus dan menyebut BTS harus dikirim ke Korea Utara untuk menebusnya.

"BTS itu seperti virus busuk yang kuharap akan muncul vaksinnya segera," ujarnya.

Ucapan Matthias langsung membuat kesal ARMY di dunia, termasuk Jerman. Banyak yang menuding sang DJ rasis dan xenophobic (orang yang memiliki ketidaksukaan terhadap orang asing).

Tak hanya fans, para publik figur pun ikut bicara terkait permasalahan ini. Seperti MAX, yang menulis di Twitter-nya, dan menyebut BTS adalah salah satu grup pekerja keras dan ramah yang pernah ia temui.

"BTS adalah salah satu grup yang paling pekerja keras dan ramah di industri. Mereka pantas mendapatkan kesuksesan yang mereka raih," ungkap MAX.

"Mendengar kata-kata penuh kebencian yang diucapkan oleh pembawa acara radio Bayern 3 membuatku mual. Kebencian mereka terhadap komunitas Asia secara keseluruhan tak bisa diterima," pungkasnya.


Tak hanya MAX, Lauv juga ikut membela BTS melalui akun Twitter-nya. Ia mengajak publik untuk menghentikan perilaku rasis.

"Aku membela saudaraku @bts_bighit dan semua orang yang terus menjadi korban komentar rasis yang sangat menyakitkan seperti yang kita dengar di Bayern 3. Tak ada satu pun yang boleh menderita karenanya dan kita harus membela dan menghentikan (perlakuan rasis)," tegas Lauv.


Di sisi lain, Halsey menulis melalui Instagram Stories dan mengaku sangat terkejut mendengar komentar Matthias. Ia berharap sang DJ meminta maaf kepada BTS dan komunitas Asia dengan layak.

"Aku ngeri mendengar komentar yang dibuat Matthias Matuschik. Rasisme dan xenofobia tak bisa disebut humor dalam siaran radio. Pernyataan yang tak bertanggung jawab dan menjijikkan di saat ujaran kebencian dan perilaku kekerasan terhadap komunitas Asia merokat," tulis Halsey.

"Ini tak bisa dibiarkan. Aku berharap dia merilis permintaan maaf yang lebih baik untuk BTS dan komunitas Asia di seluruh dunia," pungkasnya.

Tak lama setelahnya, Matthias Matuschik pun merilis permintaan maaf resmi kepada publik. Ia mengaku bersalah, dan menegaskan dirinya bukan rasis dengan mengungkap segala aktivitas yang ia lakukan untuk membela pengungsi (refugee).

"Dalam pernyataan saya, saya sangat merasa terganggu oleh fakta boyband BTS meng-cover lagu Fix You dari Coldplay yang sangat berharga untuk saya. Namun kewarganegaraan ketujuh member seharusnya tidak menjadi masalah, dan menyebut mereka seperti virus sama sekali tidak benar," ungkap Matthias.

"Saya sudah memikirkan tentang hal ini selama beberapa jam terakhir dan memahami kalau kata-kata rasis saya menyinggung banyak orang, terlebih komunitas Asia. Ini bukan niat saya, tapi aku sadar akhirnya, yang paling penting hanya bagaimana kata-kata dipahami, bukan dimaksudkan," lanjutnya.

Di akhir pernyataan, Matthias berjanji akan belajar dari pengalaman dan tak menggunakan rasisme sebagai bahan guyonan. Ia kembali meminta maaf kepada publik terkait ucapannya.

(dal/aay)