Acara TV JTBC Dikritik karena Hanya Terima Kontestan Pria

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Kamis, 14 Jan 2021 16:51 WIB
Kontroversi Super Band JTBC
Acara TV Super Band JTBC munculkan kontroversi. (Foto: dok. JTBC)
Jakarta -

Ajang pencarian bakat TV Korea Selatan kembali menuai kontroversi. Setelah sebelumnya ramai soal manipulasi voting Produce 101, kini stasiun televisi JTBC dikritik soal diskriminasi gender.

JTBC punya acara pencarian bakat bernama Super Band. Musim keduanya digadang bakal segera diproduksi menyusul sukses musim pertama di tahun 2019. Sayangnya kesuksesan acara ini diikuti dengan isu tak sedap soal diskriminasi gender.

Ramai dibicarakan soal pengumuman yang dibuat JTBC dalam pencarian kontestan audisi. Dalam situs resminya, JTBC menuliskan syarat untuk ikut audisi harus laki-laki.

"Musisi pria di bidang musik praktis, K-Pop, musik klasik, musik tradisional Korea, rock, EDM, hip-hop, musikal, jazz, musik dunia lainnya bisa mendaftar tanpa ada batasan usia, kewarganegaraan, dan latar belakang akademis!" tulis JTBC, seperti dilansir The Korea Herald.

Pengumuman ini langsung ramai dikomentari oleh netizen. Kebanyakan dari mereka menyoroti peraturan hanya kontestan pria saja yang boleh mendaftar. Masyarakat meminta agar musisi perempuan juga bisa berkompetisi di sini.

Keputusan JTBC buat hanya mencari kontestan pria memang membuat sebagian orang bertanya-tanya. Padahal salah satu produser dalam acara ini menampilkan Lee Suhyun, member perempuan AKMU. Terkait hal tersebut, JTBC belum mengeluarkan komentarnya untuk kontroversi yang muncul di season 2.

Sementara buat season pertama Super Band, JTBC menyebut bahwa mereka terinspirasi dari Maroon 5 dan ingin membuat grup serupa. Itulah alasan kenapa yang dicari kontestan laki-laki saja. Rencana untuk mengaudisi kontestan perempuan sempat tercetus buat dilakukan di musim kedua, atau membuat acara serupa yang fokus dengan kontestan perempuan.

Kontroversi gender di Super Band bukan pertama kalinya menimpa acara pencarian bakat TV JTBC. Sebelumnya acara serupa berjudul Phantom Singer juga hanya mengizinkan vokalis laki-laki saja yang berkompetisi di dalamnya.

Super Band sendiri punya konsep menggabungkan deretan musisi dengan instrumen masing-masing ke dalam sebuah grup proyek yang kemudian didebutkan. Acara ini adalah satu dari sedikit acara televisi Korea Selatan yang menampilkan musisi non-mainstream dan memberi kesempatan mereka tampil di panggung dan dikenal publik.

Di sisi lain, banyak band indie Korea Selatan juga yang tidak hanya diisi oleh personel laki-laki tapi juga perempuan. Bahkan ada yang beranggotakan laki-laki dan perempuan. Itulah kenapa banyak fans acara ini yang ingin melihat kontestan perempuan ikut serta di dalamnya.

Namun selain kritikan, JTBC juga menerima dukungan dari penggemar. Ada juga yang membela dengan menyebut bahwa JTBC tidak punya kewajiban untuk selalu bisa memberikan kesempatan yang setara buat para musisi dan kontestan acaranya.

Keputusan JTBC sendiri buat menampilkan hanya kontestan laki-laki saja dalam acara ini adalah karena faktanya, musisi laki-laki di industri hiburan Korea Selatan lebih menghasilkan keuntungan. Lantaran banyak penggemar mereka datang dari kalangan perempuan dan mau mengeluarkan uang buat sang idola.

(aay/doc)