Bicara soal idola KPop tentunya bayangan tak akan jauh dari boygroup ataupun girlgroup. Nama-nama seperti TVXQ, Super Junior ataupun 2PM pastilah yang pertama kali terlintas. Namun jika ingin melihat lebih dalam soal musik asal Korea Selatan ini, kita akan menemukan nama lain yang tak kalah populer. Salah satunya adalah penyanyi bertubuh seksi Lee Hyori.
Sebelum akhirnya debut sebagai solois, Lee Hyori mengawali kariernya sebagai penyanyi dengan debut bersama girlgroup 'Fin.K.L' (Fin Killing Liberty) pada 1998. Bersama dengan tiga member lainnya yaitu Ok Joo Hyun, Lee Jin dan Sung Yuri, mereka menjadi salah satu grup dengan popularitas tertinggi saat itu.
Empat album dihasilkan wanita kelahiran 10 Mei 1979 ini lewat 'Fin.K.L' sebelum akhirnya masing-masing member memutuskan untuk bersolo karier. Jika member lainnya memilih untuk berakting, Hyori memutuskan untuk tetap di jalur musik dengan merilis album solo. Tahun 2003 adalah saat ketika Hyori meretas mimpinya sebagai solois dengan album pertama berjudul 'Stylish'.
Pecinta musik KPop saat itu menyambut Hyori dengan sangat meriah. Di wilayah Korea Selatan saja, penjualan album solo perdananya lebih dari 150 ribu kopi. Bukan itu saja, Hyori memenangkan tujuh kategori dalam sebuah penghargaan musik tahunan bergengsi di Korea saat itu.
Gaya musik yang diusung Hyori di album solo pertamanya dengan hits andalan '10 Minutes' tak jauh berbeda dengan lagu debut Britney Spears 'Baby One More Time'. Kedua lagu ini sama-sama memiliki tempo yang tidak terlalu cepat, namun menampilkan dance yang energik.
Masyarakat Korea saat itu menyebut 2003 sebagai tahun 'Hyori Syndrome' karena hampir semua orang pada masa itu membicarakan Hyori, mengikuti gayanya serta menyanyikan lagu-lagu hitsnya. Wanita berkulit eksotis ini bisa dikatakan sebagai trendsetter pada masa itu.
Menanjaknya popularitas bungsu dari tiga bersaudara ini membuatnya sebagai penyanyi paling mahal. Pada 2006, Hyori memutuskan untuk keluar dari DSP Entertainment yang membesarkan namanya sejak era 'Fin.K.L' dan menandatangani kontrak termahal dengan Mnet Media, yaitu 2,2 miliar Won atau sekitar US$ 650 ribu!
Meski demikian, penjualan album 'Dark Angel' yang dirilis Hyori bersama dengan manajemen terbarunya ternyata tidak terlalu sukses di pasaran. Bahkan lewat album keduanya ini, Hyori harus menghadapi tuduhan plagiarisme serius yang membuatnya harus menghentikan promosi lagunya.
Tidak hanya itu, masa-masa pindah manajemen juga menjadi masa-masa menurunnya popularitas Lee Hyori sehingga membuatnya vakum untuk sementara waktu dari industri musik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































