Seperti Snowdrop, Until the Morning Comes Juga Diduga Distorsi Sejarah

Delia Arnindita Larasati - detikHot
Kamis, 23 Des 2021 10:20 WIB
Jung Yu-mi, calon istri Gong Yoo.
Foto: Dok. Soompi
Jakarta -

Until the Morning Comes seharusnya menjadi drama Korea yang ditayangkan setelah Snowdrop usai. Namun masih dalam tahap produksi, drama Korea ini juga menghadapi kontroversi yang sama dengan Snowdrop.

Secara tiba-tiba, belum lama ini JTBC menghentikan syuting drama Until the Morning Comes. Diketahui, mereka memutuskan berhenti setelah menyelesaikan syuting untuk 8 episode.

Hingga kini, masih tidak ada klarifikasi dari JTBC terkait keputusan berhenti syuting. Namun, banyak yang berspekulasi hal itu disebabkan oleh kontroversi yang semakin melebar.

Until the Morning Comes merupakan drama Korea yang dibintangi oleh Han Seok Gyu dan Jung Yoo Mi. Drama Korea ini dibuat berdasarkan novel misteri The Long Night yang ditulis oleh Zi Jinchen.

Drama ini bercerita tentang peristiwa pembunuhan yang terjadi beberapa dekade lalu. Seorang mantan jaksa dan korban suatu hari muncul untuk menggali dan mencari fakta sesungguhnya di balik kasus tersebut.

Walaupun begitu, novel aslinya dikritik karena memuat konten yang mempromosikan Xi Jinping, seorang Sekjen Partai Komunis Tiongkok. Novel tersebut diduga membenarkan dan mempromosikan gerakan anti-korupsi, yang merupakan proses pembersihan dalam pemerintahan Xi Jinping dan mengisyaratkan kejatuhan lawan politiknya. The Long Night juga dikritik karena memuji Xi Jinping dan sistem partai komunis.

Selain itu, sang penulis, Zi Jinchen, juga pernah terlibat kontroversi setelah mencemooh dan merendahkan gerakan pro-demokrasi dan kemerdekaan Hong Kong. Hal ini tentunya membuat publik Korea murkan karena JTBC dianggap mendramatisasi sebuah novel yang menjadi kontroversi.

Namun hingga kini, pihak JTBC masih belum membuka suara.

Di sisi lain, muncul kembali petisi yang meminta Snowdrop untuk berhenti tayang. Petisi yang dilayangkan kepada Blue House tersebut sudah ditandatangani lebih dari 200 ribu orang.

Simak video 'Penuh Kontroversi, Snowdrop Tak Mengecewakan dari Segi Rating':

[Gambas:Video 20detik]



(dal/tia)