Kronologi Kontroversi Drakor Snowdrop yang Dinilai Menyimpang dari Sejarah

Annisa Aninditha Pricilla - detikHot
Selasa, 21 Des 2021 13:56 WIB
Drama Korea Snowdrop
Foto: Dok. JTBC
Jakarta -

Snowdrop baru saja menayangkan dua episode perdananya sejak 18 Desember 2021. Akan tetapi, drama ini masih terus mendapat kecaman dari para netizen Korea dengan mengajukan petisi penghentian penayangan yang telah mendapat lebih dari 200 ribu tanda tangan persetujuan.

Alasan utama para masyarakat Korea ingin mengajukan petisi tersebut lantaran dianggap menyimpang dari sejarah. Sebelumnya tayang, Snowdrop juga pernah dipetisi dengan alasan yang sama. Berikut kontroversi yang menjerat drama Snowdrop.

Yuk, simak ulasannya!

1. Sudah Pernah Dipetisi Sebelum Resmi Tayang

Sebelum resmi tayang, drama yang dibintangi Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In ini sudah pernah mendapat petisi dari masyarakat Korea. Petisi tersebut dibuat pada 26 Maret dengan judul Drama JTBC Snowdrop harus dihentikan.

Alasannya lantaran sinopsis drama yang beredar secara online dinilai mendistorsi sejarah. Saat itu, petisi telah ditandatangani oleh 200 ribu orang. Dilansir Soompi, JTBC mengklarifikasi dengan mengungkapkan secara spesifik plot drama dan mengganti nama karakter yang diperankan Jisoo.

Blue House pun memberi pernyataan bahwa tidak bisa sembarangan mengintervensi karya seni karena adanya hukum mengenai kebebasan berkarya.

2. Kembali Dipetisi dan Telah Ditandatangani Lebih dari 200 Ribu Orang

Setelah episode perdana tayang, petisi ke Blue House tentang permintaan penghentian penayangan Snowdrop kembali muncul. Petisi tersebut pun kini telah mendapat tanda tangan persetujuan lebih 200 ribu orang.

Dalam petisi baru, karakter utama digambarkan sebagai seorang mata-mata disalahpahami sebagai aktivis. Selain itu, pemutaran lagu Dear Pine yang melambangkan pergerakan aktivis demokrasi kala itu, dianggap meromantisasi peristiwa sejarah, dan alur cerita yang mengarah pada distorsi sejarah.

3. Tutup Kolom Komentar di Website Resmi dan Naver Talk

Berbeda dengan drama lainnya, Snowdrop memilih untuk menutup kolom komentar di Naver real-time talk dan memprivate seluruh komentar penonton di website resmi drama tersebut. Komentar di website hanya bisa dibaca oleh penulis komentar dan tim produksi.

Komentar mengenai Snowdrop di laman resmi hanya bisa dilihat dari video-video di Naver TV dan YouTube JTBC Drama. Hal ini dilakukan untuk melindungi para pemeran dari hujatan, fitnah, dan komentar jahat.

4. Beberapa Brand Mengajukan Penarikan Diri dari Daftar Sponsor

Imbas dari kontroversi ini membuat beberapa brand mengajukan penarikan diri dari daftar sponsor drama Snowdrop. Ssarijae Maeul menyebut bahwa mereka hanya mengetahui judul dan nama para pemain tanpa diberi tahu alur cerita dramanya.

Saat mengetahui adanya penyimpangan sejarah, pihak mereka langsung menarik diri sebagai sponsor. Selain itu, brand lain seperti Ganisong, Dopyongyo, Hans Electronic, Teazen, Dyson, Downy, dan perusahaan kasur SONO SEASON juga turut ajukan penarikan diri sebagai sponsor.

Sebelumnya, merek furniture Heungil Furniture adalah perusahaan pertama yang mundur sebagai sponsor pada Maret lalu ketika kontroversi awal drama ini dimulai.

5. JTBC Tetap Tayangkan Snowdrop

Pada 21 Desember, JTBC pun merilis pernyataan resmi terkait kontroversi drama Snowdrop. Dalam pernyataannya, JTBC menjelaskan bahwa latar belakang drama ini adalah masa rezim militer dan berisi cerita fiktif dari pihak yang berkuasa yang berkolusi dengan pemerintah Korea Utara untuk mempertahankan otoritas.

Selain itu, mereka menjelaskan tidak ada karakter mata-mata yang menyelinap di pergerakan demokrasi. Drama ini pun akan tetap tayang dan para penonton diminta untuk memperhatikan ceritanya.

Simak video '5 Fakta Drakor 'Snowdrop' Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In':

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Pernyataan JTBC Soal 'Snowdrop' yang Dituding Mendistorsi Sejarah"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/dal)