Muncul Lagi Petisi Tolak Snowdrop, Ditandatangani 200 Ribu Orang

Delia Arnindita Larasati - detikHot
Senin, 20 Des 2021 13:48 WIB
Jung Hae In
Foto: dok JTBC
Jakarta -

Snowdrop akhirnya resmi ditayangkan pada 18 Desember 2021. Namun, drama Korea yang dibintangi Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK tersebut kembali berhadapan dengan kemunculan petisi penolakan.

Lebih dari 200 ribu orang sudah menandatangani sebuah petisi untuk membatalkan penayangan Snowdrop. Berdasarkan petisi baru yang dilayangkan kepada Blue House, salah satu adegan yang melibatkan pemeran utama perempuan dianggap melenceng dari sejarah.

Pemeran utama perempuan dianggap keliru saat menyelamatkan mata-mata dari gerakan pro-demokrasi. Mata-mata tersebut adalah pemeran utama pria.

Selain itu, petisi juga membahas soal lagu yang diputar dalam salah satu adegan. Salah satu pemeran pendukung laki-laki dari Badan Perencanaan Keamanan Nasional diceritakan sedang mengejar mata-mata.

Dalam adegan tersebut, sebuah lagu bersejarah yang melambangkan gerakan pro-demokrasi pun diputar. Hal tersebut rupanya membuat sejumlah netizen tidak nyaman.



"Kurang tepat menggunakan lagu yang sangat bersejarah sebagai pengiring adegan Badan Perencanaan Keamanan Nasional dan mata-mata," tulis mereka dalam petisi.

Tak hanya itu, Snowdrop juga dianggap meromantisasi peristiwa sejarah, dan menampilkan pemeran utama sebagai tokoh pro-demokrasi yang mengarah pada distorsi sejarah.

"Drama dengan naratif seperti itu menyebabkan rusaknya nilai sejarah gerakan pro-demokrasi," tambahnya.

Petisi tersebut masih dibuka untuk ditandatangani dan akan ditutup pada 18 Januari 2022. Mengenai kemunculan petisi tersebut, baik pihak Snowdrop maupun Blue House masih belum memberikan komentar apa pun.

Snowdrop merupakan drama Korea yang berlatar tahun 1987. Im Soo Ho (Jung Hae In) dan Eun Young Ro (Jisoo) adalah mahasiswa di sebuah universitas bergengsi di Seoul.

Suatu hari, Soo Ho tiba-tiba masuk ke asrama wanita dalam keadaan berlumuran darah. Eun Young Ro menyembunyikannya dan merawat lukanya meski menghadapi bahaya di bawah pengawasan ketat.



Simak Video "Pernyataan JTBC Soal 'Snowdrop' yang Dituding Mendistorsi Sejarah"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/tia)