Podcast ngedrakor!: Semoga 2021 Udah Nggak Ada Drakor Shaming

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Jumat, 09 Apr 2021 17:03 WIB
IU saat berperan dalam drama Korea My Mister
IU saat berperan dalam drama Korea My Mister. (Foto: dok. tvN)
Jakarta -

Ada masanya penonton drama Korea di zaman SN (Sebelum Netflix) dan SV (Sebelum Viu) dicibir oleh orang-orang. "ng4P4iN S1cH N0nT0n Dr4KoR?" kata mereka. Baik laki-laki atau perempuan, nggak sedikit dari penonton drama Korea mengalami 'Drakor Shaming'.

Ada penelitian yang bilang kalau penonton drama Korea itu memang kebanyakan perempuan. Sehingga Lin dan Tong dalam penelitian mereka di tahun 2007 menyebut drama Korea memiliki karakteristik feminin seperti kisah cinta, romansa, dan perselingkuhan dan dianggap sebagai genre perempuan. Demikian dikutip dari artikel berjudul Laki-laki dalam Pusaran Drama Korea tulisan Ranny Rastati yang diterbitkan LIPI.

Di era Netflix dan Viu, akses menikmati drama Korea jadi lebih mudah. Terlebih selama masa pandemi banyak pekerja kantoran yang akhirnya melakukan work from home yang membuat mereka punya waktu lebih banyak buat menikmati konten-konten drama Korea.

Selama pandemi COVID-19, LIPI juga pernah melakukan kaji cepat tentang Konsumsi Drama Korea di Tengah Pandemi COVID-19 di Indonesia. Hasilnya ada 92,6 persen responden penonton perempuan dan 7,4 persen responden penonton laki-laki.

Terima kasih pandemi dan platform streaming, kini banyak orang yang akhirnya mulai menikmati drama Korea. Sederet judul populer sepanjang tahun 2020 di antaranya The World of The Married dan Start-Up. Tidak ketinggalan Reply 1988 yang juga jadi drama Korea rekomendasi aktor Nicholas Saputra buat disaksikan.

Sebelum topik seputar body shaming ramai di media sosial, Drakor Shaming sempat jadi hal yang sangat menyebalkan buat penonton drama Korea. Ya sebenarnya bebas aja sih orang mau menilai apa, tapi bebas juga dong siapapun nonton tayangan bergenre apapun yang mereka sukai tanpa harus dihakimi dan dinilai sepihak!

Topik seputar Drakor Shaming ini jadi salah satu yang dibahas di episode terbaru Podcast ngedrakor! yang kali ini berkolaborasi dengan Penerbit Haru. Editor Penerbit Haru berbincang soal pengalaman nonton drama Korea mereka dan juga Drakor Shaming. Rupanya di kalangan pembaca buku, ada pula yang melakukan book shaming. Kayak apa sih?

Simak yuk episode-nya di sini:

Podcast ngedrakor! juga bisa kamu dengarkan langsung di aplikasi Spotify, Google Podcast, dan Anchor.

Semoga tahun 2021 udah nggak ada lagi yang melakukan Drakor Shaming, ya. Aamiin...

(aay/srs)